Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Iran-Oman Hampir Rampungkan Aturan Baru Pelayaran di Selat Hormuz, Pembukaan Penuh Masih Bersyarat

2026-08-06 09:31 WIB · aindari · 👁 784 dibaca

Kedua negara mencapai kesepakatan prinsip soal rute masuk-keluar Selat Hormuz setelah tiga pekan konsultasi, namun Iran menegaskan pembukaan penuh selat bergantung pada komitmen nyata Amerika Serikat.

Iran dan Oman hampir merampungkan kesepakatan pengaturan pelayaran baru di Selat Hormuz. Wakil Menteri Luar Negeri Iran Bidang Hukum dan Urusan Internasional, Kazem Gharibabadi, mengungkapkan kepada kantor berita resmi IRNA pada Rabu (5/8) bahwa kedua pihak telah mencapai kesepakatan secara prinsip atas hampir seluruh isu yang dibahas, termasuk penetapan peta rute masuk dan keluar selat, setelah menjalani konsultasi lebih dari tiga pekan.

Meski demikian, Gharibabadi menegaskan bahwa kesepakatan tersebut tidak otomatis berarti Selat Hormuz akan dibuka kembali sepenuhnya. Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa negosiasi teknis dengan Oman dan keputusan soal pembukaan selat merupakan dua hal yang terpisah.

Di sisi lain, Iran menepis klaim Amerika Serikat mengenai adanya negosiasi langsung antara kedua negara. Gharibabadi menyebut bahwa Teheran hanya menerima pesan dari Washington yang menyatakan kesiapan AS untuk kembali pada komitmen dalam nota kesepahaman perdamaian yang ditandatangani kedua pihak pada Juni lalu. Seorang sumber dekat tim negosiasi Iran juga menyampaikan kepada kantor berita semiresmi Fars bahwa pembukaan kembali selat sepenuhnya bergantung pada realisasi komitmen AS secara konkret. Sumber yang sama menegaskan bahwa pencabutan sanksi Departemen Keuangan AS terhadap sebuah maskapai penerbangan Irak pada hari yang sama tidak berkaitan dengan nota kesepahaman Iran-AS tersebut.

Ketegangan di Selat Hormuz bermula sejak 28 Februari, ketika Iran memperketat kendali atas jalur perairan strategis itu dengan melarang kapal-kapal milik atau berafiliasi dengan Israel dan AS melintas dengan aman. Langkah itu diambil menyusul serangan gabungan kedua negara ke wilayah Iran.

Eskalasi kemudian berlanjut ketika militer AS melancarkan beberapa gelombang serangan terhadap target-target di Iran dalam sebulan terakhir. Washington menyatakan serangan itu sebagai respons atas tindakan Iran di Selat Hormuz dan bertujuan melemahkan kemampuan Iran dalam mengancam pelayaran komersial. Iran membalas dengan serangan rudal dan drone yang menyasar pangkalan serta fasilitas militer AS di kawasan tersebut.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk dan terpenting di dunia, menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan Laut Arab. Sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Teluk melewati jalur ini, sehingga ketegangan di sana berpotensi mempengaruhi pasokan energi global dan menimbulkan sentimen negatif di pasar komoditas internasional.

Tag: Selat Hormuz, Iran, Oman, Amerika Serikat, pelayaran internasional