Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Gedung Permanen SMPN 4 Sitolu Ori Segera Dibangun, Siswa Tak Lagi Belajar di Bangunan Berdinding Papan

2026-08-07 06:12 WIB · aindari · 👁 302 dibaca

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara membangun tiga ruang kelas dan ruang administrasi permanen di SMPN 4 Sitolu Ori, Nias Utara, yang selama ini beroperasi dengan bangunan berdinding papan beratap seng.

Sejak berdiri pada 2024, SMP Negeri 4 Sitolu Ori di Kabupaten Nias Utara, Kepulauan Nias, belum pernah memiliki gedung permanen. Seluruh kegiatan belajar mengajar berlangsung di bangunan berdinding papan dengan atap seng — kondisi yang kini akan segera berubah setelah Pemerintah Provinsi Sumatera Utara turun tangan.

Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengunjungi sekolah tersebut pada Kamis dan meninjau langsung progres pembangunan gedung baru. Dalam kunjungan itu, ia juga menyapa para siswa di setiap kelas. Bantuan yang diberikan mencakup pembangunan tiga ruang kelas lengkap dengan perabot, serta satu ruang administrasi yang terdiri atas ruang kepala sekolah, ruang guru, ruang tata usaha, dan ruang tamu. Fasilitas sanitasi berupa toilet laki-laki, perempuan, dan toilet difabel juga masuk dalam paket pembangunan tersebut.

Bagi para siswa, perubahan ini terasa sangat berarti. Electra Stefani, siswi Kelas IX, mengungkapkan bahwa kondisi sekolah selama ini kurang nyaman, terutama saat musim hujan. Lingkungan sekitar menjadi becek dan banyak nyamuk yang mengganggu konsentrasi belajar di kelas. Ia menyatakan rasa bahagianya mengetahui sekolah akan segera memiliki bangunan yang layak, sekaligus menyampaikan terima kasih kepada gubernur atas perhatian yang diberikan.

Kepala SMPN 4 Sitolu Ori, Teti Gea, turut mengapresiasi bantuan tersebut dan menyebutnya sebagai bukti nyata komitmen pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Sumatera Utara. Saat ini sekolah itu menampung 45 siswa — 16 siswa Kelas VII, 11 siswa Kelas VIII, dan 18 siswa Kelas IX.

Meski menyambut baik pembangunan gedung, Teti juga menyuarakan kebutuhan lain yang belum terpenuhi. Ia berharap pemerintah ke depan dapat membantu pembangunan laboratorium dan perpustakaan. Yang tak kalah mendesak, menurut Teti, adalah akses jalan menuju sekolah. Sebagian siswa harus berjalan kaki sejauh dua hingga lima kilometer setiap hari, dengan sebagian dari mereka berangkat dari rumah pukul 06.00 pagi demi tiba tepat waktu.

Kehadiran gubernur di Nias Utara ini merupakan bagian dari upaya Pemprov Sumut untuk mempercepat pembangunan di Kepulauan Nias, wilayah yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur, termasuk di sektor pendidikan.

Tag: Pendidikan, Nias Utara, Bobby Nasution, Infrastruktur Sekolah, Sumatera Utara