Kemenhub Gandeng China dan Rusia untuk Proyek Rel Trans-Kalimantan
2026-08-07 06:17 WIB · aindari · 👁 802 dibaca

Pemerintah membuka peluang investasi asing dari China dan Rusia guna membangun jaringan kereta api Trans-Kalimantan, sementara Trans-Sumatra lebih dilirik oleh PT KAI.
Pemerintah Indonesia tengah menjajaki kemungkinan keterlibatan investor asing, termasuk dari China dan Rusia, dalam pembangunan jaringan rel kereta api Trans-Kalimantan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan hal itu kepada wartawan saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta pada Kamis malam, 6 Agustus.
Menurut Dudy, langkah penjajakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto yang memerintahkan Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk segera membangun serta mengembangkan jaringan rel di Sumatra dan Kalimantan. Koordinasi antara Kemenhub dan KAI disebut telah berjalan, termasuk penyusunan peta jalan proyek tersebut.
Dudy menjelaskan bahwa kondisi kedua proyek itu berbeda secara signifikan. Untuk Trans-Sumatra, sebagian infrastruktur rel sudah tersedia sehingga pengerjaannya lebih bersifat penyambungan antarsegmen yang ada. Sebaliknya, Trans-Kalimantan harus dimulai dari nol karena belum ada jaringan rel yang terbentuk di pulau tersebut.
Soal urutan pengerjaan, Dudy belum dapat memastikan proyek mana yang akan lebih dulu terealisasi. Keputusan itu, kata dia, bergantung pada penilaian masing-masing investor terhadap kelayakan dan daya tarik bisnis setiap proyek. Ia mengindikasikan bahwa PT KAI tampak lebih berminat menggarap Trans-Sumatra, sedangkan investor dari China dan Rusia menunjukkan ketertarikan lebih besar terhadap Trans-Kalimantan. Komunikasi dengan pihak-pihak asing itu disebut sudah berlangsung dan saat ini mereka tengah menghitung kalkulasi investasi sebelum menyampaikan proposal resmi ke pemerintah.
Arahan Presiden Prabowo soal proyek ini pertama kali disampaikan secara terbuka dalam acara peresmian revitalisasi Stasiun Semarang Tawang, Jawa Tengah, bulan lalu. Saat itu, Prabowo memerintahkan PT KAI dan Kemenhub untuk menggarap Trans-Sumatra terlebih dahulu, lalu melanjutkannya dengan Trans-Kalimantan, bahkan membuka kemungkinan keduanya dikerjakan secara bersamaan. Presiden juga menjelaskan bahwa jalur Trans-Sumatra akan membentang dari Bakauheni di Lampung hingga ujung utara Pulau Sumatra.
Dalam kesempatan itu, Prabowo secara langsung meminta konfirmasi kesiapan dari Dirut PT KAI Bobby Rasyidin dan Menteri Dudy, dan keduanya menyatakan siap. Proyek ini disebut Presiden sebagai target yang wajib diwujudkan, bukan sekadar rencana jangka panjang.
Tag: Trans-Kalimantan, kereta api, investasi asing, infrastruktur, Kemenhub