Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Taman Belajar Garuda Huntara Diresmikan demi Jamin Akses Pendidikan Anak di Hunian Sementara Senen

2026-08-08 17:16 WIB · aindari · 👁 370 dibaca

DPRD DKI Jakarta bersama KNPS Indonesia meresmikan fasilitas belajar dan bermain di Huntara Senen agar anak-anak penghuni hunian sementara tidak kehilangan hak pendidikan.

Sebuah fasilitas pendidikan bernama Taman Bermain dan Belajar "Garuda Huntara" resmi beroperasi di kawasan Hunian Sementara (Huntara) Senen, Jakarta Pusat. Peresmian yang berlangsung pada Sabtu itu dihadiri Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Rani Mauliani dan melibatkan Komite Nasional Pencegahan Stunting (KNPS) Indonesia sebagai mitra penyelenggara. Langkah ini ditempuh untuk memastikan anak-anak yang tinggal di huntara tetap memperoleh akses belajar dan terhindar dari putus sekolah.

Huntara Senen merupakan kawasan hunian yang dibangun pemerintah bagi warga yang sebelumnya bermukim di pinggir rel kereta api di wilayah Senen. Kompleks ini menampung 69 kepala keluarga dengan total 324 unit hunian. Meski kebutuhan tempat tinggal sudah terpenuhi, aspek pendidikan bagi anak-anak penghuni masih menyisakan kekosongan yang perlu segera diisi.

Rani Mauliani menjelaskan bahwa mendirikan lembaga pendidikan formal seperti Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di kawasan huntara bukan perkara sederhana. Wilayah tersebut belum memiliki struktur administrasi RT/RW sehingga pendirian PAUD memerlukan proses dan landasan hukum tersendiri. Kehadiran taman belajar ini menjadi solusi antara yang memungkinkan kegiatan edukatif berjalan tanpa harus menunggu kelengkapan administratif tersebut.

Selain sebagai ruang belajar, fasilitas ini juga membuka kesempatan bagi para relawan untuk berkontribusi mengajar anak-anak huntara. Rani menegaskan bahwa pihaknya terbuka menjalin kerja sama secara fleksibel dengan berbagai pihak. Ia berharap taman belajar ini menjadi embrio gerakan yang menjamin setiap anak Indonesia, apa pun latar belakangnya, tidak kehilangan hak atas pendidikan. Ke depan, DPRD DKI juga akan berkoordinasi untuk membantu anak-anak yang sudah terlanjur putus sekolah agar bisa kembali mengenyam pendidikan.

Ketua Umum KNPS Indonesia, David, mengungkapkan bahwa organisasinya melihat langsung kekosongan layanan pendidikan setelah warga dipindahkan ke huntara. Menurutnya, KNPS mengambil peran aktif mengisi celah tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung program pemerintah.

Secara konkret, KNPS berencana menjadwalkan kegiatan PAUD dua hingga tiga kali per pekan di taman belajar tersebut. Setiap bulan, organisasi ini juga akan mendatangkan pendongeng dan guru mengaji untuk memperkaya aktivitas edukatif anak-anak. Relawan pengajar akan direkrut dan dibentuk guna menjaga keberlangsungan program. Di luar ranah pendidikan anak, KNPS turut menyiapkan program edukasi bagi ibu hamil di huntara yang berfokus pada pencegahan stunting dan pemenuhan gizi.

Peresmian Garuda Huntara menjadi sinyal bahwa kolaborasi antara legislatif dan organisasi masyarakat sipil dapat menjembatani kebutuhan mendesak warga yang belum sepenuhnya terjangkau oleh mekanisme formal pemerintah, khususnya di bidang pendidikan.

Tag: Huntara Senen, pendidikan anak, DPRD DKI Jakarta, KNPS Indonesia, putus sekolah