Mastel Desak Platform Digital Global Ikut Membiayai Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia
2026-08-09 06:03 WIB · aindari · 👁 367 dibaca

Masyarakat Telematika Indonesia menilai beban investasi infrastruktur digital tidak bisa terus dipikul industri telekomunikasi sendiri dan mendesak skema kontribusi berkeadilan dari platform OTT global.
Organisasi Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) menyerukan agar platform digital global—yang selama ini memanfaatkan jaringan telekomunikasi domestik—turut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur digital nasional. Ketua Umum Mastel Sarwoto Atmosutarno menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi digital yang pesat harus diimbangi dengan pembagian peran yang lebih adil di antara seluruh pemain dalam ekosistem digital.
Sarwoto menyoroti ketimpangan yang terjadi selama ini: platform Over the Top (OTT) global memang mendorong inovasi layanan, efisiensi, dan pertumbuhan ekonomi digital, tetapi kebutuhan investasi untuk membangun dan memelihara jaringan telekomunikasi masih sebagian besar ditanggung oleh operator dalam negeri. Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dipertahankan karena pembangunan ekosistem digital bukan lagi tanggung jawab satu sektor semata.
Mastel juga mengapresiasi pandangan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid yang menekankan pentingnya menjaga retensi nilai ekonomi digital di dalam negeri. Salah satu mekanisme yang didorong adalah skema fair share, yakni pembagian kontribusi yang proporsional antara platform digital global dan penyedia infrastruktur telekomunikasi nasional. Sarwoto menilai gagasan tersebut merupakan langkah strategis agar pertumbuhan ekonomi digital berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas nasional.
Dukungan terhadap penyempurnaan tata kelola platform digital, menurut Sarwoto, juga semakin menguat di berbagai lini pemerintahan dan parlemen. Ia mencatat bahwa sejumlah kementerian dan lembaga—termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, dan Bappenas—serta Komisi I, Komisi VI, dan Komisi XI DPR RI telah memiliki kesamaan pandangan soal urgensi kebijakan ini. Momentum tersebut, kata Sarwoto, perlu dimanfaatkan oleh Kementerian Komunikasi dan Digital untuk segera menghadirkan regulasi yang mendorong kolaborasi berkeadilan.
Pernyataan Mastel disampaikan dalam rangkaian kegiatan Digital Transformation Indonesia Conference & Expo (DTI-CX) 2026 di Jakarta. Acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Nugroho Sulistyo Budi, serta Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Edwin Hidayat Abdullah.
Sarwoto menegaskan bahwa dengan semakin besarnya kebutuhan konektivitas di Indonesia, kontribusi proporsional dari seluruh pelaku ekosistem digital menjadi keniscayaan. Tanpa keterlibatan platform global, keberlanjutan pembangunan infrastruktur digital nasional berpotensi terhambat, dan manfaat ekonomi digital yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia sulit terwujud secara optimal.
Tag: infrastruktur digital, platform OTT global, Mastel, fair share telekomunikasi, DTI-CX 2026