Kebakaran Hutan di Kawasan Wisata Bromo, BPBD Lumajang Kerahkan Tim Reaksi Cepat
2026-08-09 17:07 WIB · aindari · 👁 753 dibaca

Tim gabungan dari berbagai unsur melakukan pemadaman secara manual dan didukung water bombing helikopter untuk mengendalikan kebakaran di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.
Kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di wilayah puncak B29, Desa Argosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk menangani situasi tersebut. Api terdeteksi di area Bukit Sentigi Renteng dan Ledok Bedor yang berada dalam kawasan taman nasional.
Kepala Pelaksana BPBD Lumajang, Isnugroho, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya telah memantau perkembangan kebakaran sejak Kamis (6/8) sebagai langkah kesiapsiagaan. Pemantauan dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan api merambat ke wilayah Kabupaten Lumajang. Pada Sabtu (8/8), satu regu TRC dari Posko Darurat Kekeringan dan Karhutla resmi bergerak menuju Desa Argosari guna melakukan koordinasi lanjutan sekaligus membantu pemadaman langsung di lapangan.
Setibanya di lokasi Ledok Bedor, tim melaksanakan upaya pemadaman dan memantau kondisi kebakaran secara langsung. Personel kemudian kembali ke kantor BPBD sekitar pukul 16.00 WIB karena kondisi mulai gelap. Isnugroho menyatakan bahwa timnya juga berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait serta warga setempat agar penanganan dapat segera ditingkatkan apabila situasi memburuk.
Penanganan kebakaran ini melibatkan banyak pihak secara terpadu. Selain BPBD Lumajang, turut terlibat TNBTS Resort Ranupane, Babinsa Argosari, Polsek Senduro, serta kelompok Masyarakat Peduli Api dari Desa Ranupane dan Argosari. Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Senduro juga ikut mengkoordinasikan upaya penanganan di lapangan.
Di lapangan, tim gabungan menerapkan metode pemadaman manual dengan membuat sekat api dan melakukan gepyokan menggunakan dahan serta ranting basah. Untuk mencegah api menjalar ke vegetasi lain, petugas juga menebang pohon-pohon di sekitar jalur alternatif. Upaya darat ini diperkuat dengan pemadaman dari udara melalui water bombing. Dua unit helikopter dikerahkan pada Jumat (7/8) dengan mengambil air dari Ranu Regulo, dan operasi serupa dilanjutkan keesokan harinya.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam proses identifikasi oleh petugas berwenang. Luas area yang terdampak juga belum dapat dipastikan karena masih dalam tahap asesmen dan penghitungan oleh pihak TNBTS. Isnugroho menegaskan bahwa koordinasi antarunsur akan terus dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan terpadu dan perkembangan situasi dapat dipantau secara berkelanjutan, dengan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun petugas di lapangan.
Tag: kebakaran hutan, BPBD Lumajang, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru, karhutla, water bombing