Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Ekonomi

Bulog Gerakkan 1.500 Ton Stok Beras di Alor Lewat Program Pangan Murah

2026-08-09 17:07 WIB · aindari · 👁 470 dibaca

Perum Bulog mengintensifkan Gerakan Pangan Murah di Kabupaten Alor, NTT, untuk menyalurkan stok beras yang mencapai 1.500 ton agar langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Perum Bulog mengambil langkah aktif mendistribusikan cadangan beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur, melalui perluasan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini bertujuan menjaga kestabilan harga bahan pokok sekaligus membuka akses pangan yang lebih luas bagi warga di wilayah kepulauan tersebut.

Kepala Divisi Penjualan Pasar Pemerintah Perum Bulog, Fauzan Dipo Pribadi, menegaskan bahwa cadangan beras di Gudang Bulog Kalabahi Kota saat ini berada di angka sekitar 1.500 ton. Menurutnya, jumlah tersebut cukup memadai sehingga masyarakat tidak perlu cemas soal pasokan. Ia menekankan bahwa prinsip utama Bulog adalah menggerakkan stok agar tidak sekadar menumpuk di gudang, melainkan hadir lebih dekat ke masyarakat.

Pelaksanaan GPM di Alor telah digelar di beberapa titik strategis yang mudah dijangkau warga, antara lain di GBI Filadelfia Mali dan Gereja Ebenhaeser Hula. Fauzan, yang turut menyaksikan langsung kegiatan tersebut, menyatakan bahwa program ini akan terus diperluas ke lokasi-lokasi lain. Ia menyebut GPM bukan semata saluran distribusi pangan, melainkan juga wujud kehadiran pemerintah dalam memastikan masyarakat bisa memperoleh bahan pokok dengan harga wajar.

Fauzan menambahkan bahwa koordinasi dengan berbagai pihak akan terus dilakukan agar pelaksanaan GPM berjalan masif dan menjangkau kelompok masyarakat yang paling membutuhkan. Ketersediaan stok yang memadai, menurutnya, menjadi modal utama bagi Bulog untuk konsisten menghadirkan pangan terjangkau di tengah masyarakat.

Dukungan terhadap program ini juga datang dari Pemerintah Provinsi NTT. Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menyambut baik upaya Bulog memperkuat distribusi pangan di Alor. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga ketahanan pangan.

Johni menggarisbawahi bahwa kondisi geografis NTT yang terdiri dari banyak pulau menjadi tantangan tersendiri dalam distribusi pangan. Oleh karena itu, kolaborasi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Bulog, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kebutuhan mutlak. Ia menegaskan komitmen Pemprov NTT untuk terus mendukung upaya stabilisasi dan ketahanan pangan di seluruh wilayah provinsi, termasuk daerah-daerah kepulauan yang selama ini menghadapi kendala aksesibilitas.

Tag: Bulog, Gerakan Pangan Murah, Kabupaten Alor, ketahanan pangan, NTT