Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Sekolah Rakyat Tampung 43 Ribu Anak Putus Sekolah, Seskab Ajak Siswa Berani Bermimpi Besar

2026-08-09 17:16 WIB · aindari · 👁 865 dibaca

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan Sekolah Rakyat telah memberikan akses pendidikan bagi sekitar 43 ribu anak yang sebelumnya putus sekolah atau belum pernah mengenyam pendidikan.

Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto kini telah menjangkau sekitar 43 ribu anak di seluruh Indonesia. Angka tersebut disampaikan Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya saat mengunjungi Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 8 di Politeknik Penerbangan Indonesia Curug, Kabupaten Tangerang, Banten. Kunjungan itu dilakukan dalam rangka Persiapan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), di mana Seskab berdialog langsung dengan para siswa dan calon siswa.

Dalam kesempatan tersebut, Letkol Teddy menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memastikan tidak ada anak Indonesia yang kehilangan kesempatan belajar. Sasarannya mencakup anak-anak yang terpaksa meninggalkan bangku sekolah karena berbagai keterbatasan, maupun mereka yang sama sekali belum pernah mengikuti pendidikan formal. Ia menekankan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar mengembalikan anak ke ruang kelas, melainkan juga membuka ruang bagi mereka untuk membangun harapan dan menetapkan cita-cita tinggi.

Seskab Teddy secara khusus mendengarkan cerita sejumlah anak yang pernah mengalami putus sekolah. Ia mendorong mereka agar tidak ragu memiliki impian besar, karena akses pendidikan yang kini terbuka seharusnya menjadi jembatan menuju masa depan yang lebih baik. Menurutnya, anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki mimpi kini berkesempatan untuk bercita-cita setinggi mungkin.

Hadir mendampingi Seskab dalam kunjungan itu adalah Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang akrab disapa Gus Ipul, serta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono. Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan gagasan langsung Presiden Prabowo yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu. Ia menyebut program ini sebagai yang pertama kali diselenggarakan sejak Indonesia merdeka dengan fokus khusus menjangkau keluarga-keluarga yang selama ini belum tersentuh pembangunan.

Menurut Mensos, pemerintah bertekad agar kondisi ekonomi keluarga tidak menjadi penghalang bagi masa depan generasi muda. Untuk mendukung hal itu, Sekolah Rakyat menerapkan sistem berasrama dan memenuhi berbagai kebutuhan siswa sehingga mereka dapat fokus belajar dan mengembangkan potensi diri. Gus Ipul menegaskan bahwa setiap anak memiliki nilai dan hak yang setara untuk meraih kehidupan yang lebih baik, tanpa memandang latar belakang keluarganya.

Letkol Teddy juga memberikan apresiasi kepada Kementerian Sosial yang terus berupaya menjangkau anak-anak yang sebelumnya tidak memiliki akses terhadap pendidikan. Kerja sama lintas kementerian ini dinilai penting agar program Sekolah Rakyat dapat terus diperluas jangkauannya dan memberikan dampak nyata bagi pemerataan pendidikan di Indonesia.

Tag: Sekolah Rakyat, pendidikan, anak putus sekolah, Seskab Teddy Indra Wijaya, Kementerian Sosial