Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Hepatitis Masih Mengintai Jutaan Warga Indonesia, Pakar Ingatkan Pentingnya Deteksi Sejak Dini

2026-08-11 06:03 WIB · aindari · 👁 954 dibaca

Indonesia menghadapi beban hepatitis yang besar, dengan jutaan warga terinfeksi dan banyak di antaranya tidak menyadari kondisinya.

Hepatitis tetap menjadi salah satu ancaman kesehatan terbesar di Indonesia. Jutaan warga tercatat terinfeksi penyakit peradangan hati ini, namun tingkat kesadaran masyarakat terhadap gejala awal dan cara penanganannya masih tergolong rendah. Kondisi ini mendorong sejumlah institusi kesehatan dan akademik untuk meningkatkan edukasi publik, terutama menjelang dan saat peringatan Hari Hepatitis.

Parah UGM mengingatkan bahwa deteksi dini menjadi kunci utama dalam menangani hepatitis. Penyakit ini kerap tidak menunjukkan gejala yang jelas pada tahap awal, sehingga banyak penderita baru mengetahui kondisinya setelah penyakit berkembang ke stadium lebih lanjut. Oleh karena itu, pemeriksaan kesehatan secara rutin dinilai sangat penting, khususnya bagi kelompok yang berisiko tinggi.

Dari sisi penularan, dokter menjelaskan bahwa hepatitis B dan C memiliki pola penyebaran yang serupa dengan HIV, yakni melalui kontak darah, penggunaan jarum suntik bersama, serta hubungan seksual tanpa pelindung. Pemahaman ini penting agar masyarakat tidak meremehkan risiko penularan dan lebih waspada terhadap perilaku yang dapat meningkatkan paparan terhadap virus tersebut.

Kementerian Kesehatan turut mengambil langkah konkret dengan membuka akses pemeriksaan fungsi hati melalui program Cek Kesehatan Gratis (CKG) lewat platform Upplan. Langkah ini dimaksudkan agar masyarakat dapat memantau kondisi hati mereka lebih mudah dan terjangkau, sekaligus mendorong budaya deteksi dini yang selama ini masih kurang membudaya di kalangan masyarakat umum.

Di sisi edukasi, Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas) memanfaatkan momentum Hari Hepatitis untuk menyebarluaskan informasi mengenai fungsi hati dan bahaya hepatitis kepada masyarakat luas. Kegiatan ini menekankan bahwa hati merupakan organ vital yang berperan dalam ratusan proses metabolisme tubuh, sehingga kerusakannya akibat infeksi hepatitis dapat berdampak luas pada kesehatan secara keseluruhan.

Pencegahan hepatitis mencakup vaksinasi, terutama untuk hepatitis B yang sudah tersedia vaksinnya, serta penerapan perilaku hidup bersih dan aman. Untuk hepatitis C, meski belum ada vaksin, pengobatan antivirus modern kini diklaim mampu menyembuhkan sebagian besar kasus jika ditangani tepat waktu. Kombinasi antara pencegahan, deteksi dini, dan pengobatan yang tepat menjadi strategi utama dalam menekan angka infeksi hepatitis di Indonesia.

Tag: hepatitis, kesehatan hati, deteksi dini, Kemenkes, pencegahan penyakit