Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Hepatitis Masih Mengintai Jutaan Orang, Deteksi Dini Jadi Kunci Penanganan

2026-08-11 17:14 WIB · aindari · 👁 418 dibaca

Hepatitis tetap menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia, dengan jutaan orang terinfeksi dan banyak yang tidak menyadari gejalanya sejak awal.

Hepatitis masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang belum tuntas di Indonesia. Jutaan orang tercatat terinfeksi penyakit peradangan hati ini, namun tidak sedikit yang terlambat mendapat penanganan karena gejala awalnya kerap tidak disadari atau dianggap sepele.

Pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) mengingatkan pentingnya deteksi dini sebagai langkah utama dalam menekan penyebaran hepatitis. Tanpa pemeriksaan yang tepat waktu, infeksi dapat berkembang diam-diam hingga menyebabkan kerusakan hati yang lebih parah dan sulit ditangani.

Dari sisi penularan, dokter menjelaskan bahwa hepatitis B dan C memiliki pola penyebaran yang serupa dengan HIV. Keduanya dapat menular melalui kontak dengan darah yang terinfeksi, penggunaan jarum suntik bersama, serta hubungan seksual tanpa pelindung. Pemahaman masyarakat soal jalur penularan ini dinilai penting agar stigma yang salah tidak menghalangi penderita untuk mencari pertolongan medis.

Kementerian Kesehatan turut mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai sarana pemeriksaan fungsi hati. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah memperluas akses deteksi dini bagi kelompok yang berisiko maupun masyarakat umum.

Dalam rangka memperingati Hari Hepatitis, Rumah Sakit Universitas Hasanuddin (RS Unhas) menggelar kegiatan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga fungsi hati serta bahaya yang ditimbulkan oleh hepatitis. Kegiatan semacam ini dinilai efektif untuk meningkatkan kesadaran publik, terutama di kalangan yang belum pernah menjalani pemeriksaan hati sama sekali.

Gejala awal hepatitis memang sering kali menyerupai keluhan umum seperti kelelahan, mual, nyeri perut bagian kanan atas, hingga perubahan warna urine menjadi lebih gelap. Karena kemiripan dengan gejala penyakit lain itulah, banyak penderita baru mengetahui kondisinya setelah penyakit berkembang ke tahap yang lebih lanjut.

Penanganan hepatitis bergantung pada jenisnya. Hepatitis A umumnya dapat pulih dengan sendirinya melalui istirahat dan asupan cairan yang cukup, sementara hepatitis B dan C memerlukan terapi antivirus yang lebih terstruktur. Para ahli menekankan bahwa semakin cepat infeksi terdeteksi, semakin besar peluang pasien untuk pulih dan menghindari komplikasi serius seperti sirosis atau kanker hati.

Tag: hepatitis, kesehatan hati, deteksi dini, penyakit menular, Kemenkes