Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Hepatitis Masih Mengintai Jutaan Warga Indonesia, Ini Gejala dan Langkah Pencegahannya

2026-08-13 06:07 WIB · aindari · 👁 442 dibaca

Hepatitis B dan C menjadi ancaman kesehatan serius di Indonesia dengan jutaan orang diperkirakan telah terinfeksi, sementara banyak di antaranya tidak menyadari kondisinya.

Hepatitis masih menjadi salah satu masalah kesehatan terbesar di Indonesia. Jutaan warga diperkirakan hidup dengan infeksi virus hepatitis, khususnya tipe B dan C, yang bila dibiarkan tanpa penanganan dapat berkembang menjadi sirosis hati hingga kanker hati.

Momentum Hari Hepatitis Sedunia dimanfaatkan berbagai pihak untuk mendorong kesadaran masyarakat. Perusahaan bioteknologi Etana, misalnya, menggencarkan program vaksinasi hepatitis A sebagai bagian dari upaya pencegahan yang lebih luas. Di sisi akademis, pakar dari Universitas Gadjah Mada (UGM) turut mengingatkan pentingnya deteksi dini sebagai kunci memutus rantai penyebaran penyakit ini.

Hepatitis sendiri merupakan peradangan pada hati yang disebabkan oleh beberapa jenis virus berbeda. Hepatitis A umumnya menular melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, sementara hepatitis B dan C lebih sering menyebar lewat kontak darah, penggunaan jarum suntik bersama, atau hubungan seksual tanpa pelindung. Perbedaan jalur penularan ini membuat strategi pencegahannya pun berbeda.

Salah satu tantangan terbesar dalam penanganan hepatitis adalah minimnya gejala pada tahap awal. Banyak penderita tidak merasakan keluhan berarti hingga penyakit sudah memasuki fase lanjut. Namun sejumlah tanda yang perlu diwaspadai antara lain rasa lelah berkepanjangan, mual, nyeri di area perut kanan atas, urine berwarna gelap, serta kulit dan mata yang menguning — kondisi yang dikenal sebagai jaundice atau ikterus.

Deteksi dini melalui pemeriksaan darah menjadi langkah krusial yang dianjurkan para ahli, terutama bagi kelompok berisiko tinggi. Dengan mengetahui status infeksi lebih awal, penanganan medis dapat segera diberikan sebelum kerusakan hati semakin parah. Vaksinasi untuk hepatitis A dan B juga tersedia dan terbukti efektif sebagai perlindungan preventif.

Selain vaksin, pencegahan hepatitis dapat dilakukan melalui kebiasaan sehari-hari seperti menjaga kebersihan makanan dan minuman, tidak berbagi alat suntik atau alat pribadi seperti silet dan gunting kuku, serta menerapkan perilaku seksual yang aman. Pemeriksaan rutin bagi ibu hamil juga penting untuk mencegah penularan hepatitis B dari ibu ke bayi.

Para ahli menekankan bahwa peningkatan angka infeksi hepatitis di Indonesia tidak lepas dari rendahnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri. Kampanye edukasi dan perluasan akses layanan skrining dinilai mendesak agar beban penyakit ini dapat ditekan secara signifikan dalam jangka panjang.

Tag: hepatitis, kesehatan hati, vaksinasi, deteksi dini, penyakit menular