Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

53.335 Titik Skrining TB Digelar Nasional, Target Satu Juta Kasus Ditemukan dan Diobati Tahun Ini

2026-09-18 17:02 WIB · aindari · 👁 581 dibaca

Pemerintah memperluas jangkauan skrining tuberkulosis ke lebih dari 53 ribu lokasi di seluruh Indonesia demi menekan penularan yang kerap tidak disadari penderitanya.

Indonesia menggelar program skrining tuberkulosis (TB) di 53.335 lokasi sepanjang 2026 sebagai bagian dari strategi nasional mempercepat penemuan kasus. Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menyampaikan hal itu dalam kegiatan pengabdian masyarakat bertema kesehatan yang berlangsung di Kota Padang, Sumatera Barat, pada 17–18 September 2026.

Menurut Benjamin, kecepatan menemukan penderita TB berbanding lurus dengan kecepatan pengobatan, yang pada akhirnya memutus rantai penularan kepada orang-orang di sekitar pasien. Pemerintah menargetkan 90 persen kasus TB di Indonesia — atau sekitar satu juta orang — berhasil ditemukan dan diobati pada tahun ini. Sebagai perbandingan, pada 2025 sebanyak 867 ribu kasus atau sekitar 80 persen telah ditangani. Indonesia sendiri diperkirakan menanggung beban sekitar 1,08 juta kasus TB dengan angka prevalensi 382 kasus per 100 ribu penduduk.

Benjamin mengakui pengobatan pasien TB yang sudah terdiagnosis selama ini berjalan relatif baik dari Aceh hingga Papua. Namun ia menyoroti sisi pencegahan sebagai titik lemah yang masih perlu diperkuat. Salah satu pendekatan yang kini didorong adalah memeriksa orang yang tinggal serumah atau memiliki kontak erat dengan pasien TB. Bila hasil pemeriksaan menunjukkan mereka belum tertular, terapi pencegahan tuberkulosis (TPT) dapat diberikan untuk mencegah penyakit berkembang. Ia juga mengingatkan bahwa TB memiliki masa inkubasi yang panjang — gejala bisa baru muncul beberapa bulan setelah seseorang terinfeksi, sehingga penularan sering tidak disadari sejak awal.

Di Kota Padang, skrining dijalankan di 242 titik dengan sasaran utama kontak erat pasien TB. Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang, Srikurnia Yati, menyebutkan seluruh 11 kecamatan telah berkomitmen menjalankan pelacakan kasus, dan 104 kelurahan telah ditetapkan sebagai kelurahan siaga TB. Kegiatan pelacakan berlangsung dari pertengahan September hingga November 2026, menyasar pula kelompok rentan seperti penderita diabetes, perokok berat, lansia, dan anak-anak.

Dari 242 titik yang direncanakan, pemeriksaan baru rampung di 105 titik dan sudah menghasilkan 77 kasus positif TB. Srikurnia menegaskan seluruh kasus tersebut akan terus dipantau hingga pengobatan selesai. Proses skrining di lapangan menggunakan rontgen portabel sehingga warga tidak perlu datang ke rumah sakit — petugas yang membawa alat langsung ke lokasi kegiatan.

Srikurnia juga menekankan bahwa banyaknya kasus yang ditemukan bukan cerminan kegagalan program, melainkan justru keberhasilan upaya deteksi dini. Semakin banyak kasus teridentifikasi dan diobati hingga tuntas, semakin kecil peluang TB terus menyebar di masyarakat.

Tag: tuberkulosis, skrining TB, Kementerian Kesehatan, kesehatan masyarakat, pencegahan penyakit