Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

441 RSUD Akan Dibangun dan Direvitalisasi, Prabowo Targetkan Setiap Daerah Punya RS Canggih

2026-08-14 17:01 WIB · aindari · 👁 553 dibaca

Pemerintah berencana memperkuat infrastruktur kesehatan nasional dengan membangun dan merevitalisasi ratusan rumah sakit daerah sekaligus mengatasi defisit tenaga medis.

Presiden Prabowo Subianto mengumumkan rencana besar pemerintah untuk membangun dan merevitalisasi 441 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di seluruh Indonesia. Pernyataan itu disampaikan dalam pengantar pemerintah atas RUU APBN Tahun Anggaran 2027 beserta Nota Keuangannya di Gedung MPR RI, Jakarta, Jumat.

Menurut Prabowo, target itu lahir dari kebutuhan mendasar: setiap dari 514 kabupaten dan kota di Indonesia harus memiliki rumah sakit dengan fasilitas memadai yang mampu memberikan pertolongan kepada masyarakat secepat mungkin. Selama ini, ketimpangan fasilitas kesehatan antardaerah masih menjadi hambatan nyata bagi akses layanan medis warga di berbagai wilayah.

Sebagai langkah awal, pemerintah telah membangun 66 rumah sakit di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan 22 di antaranya sudah beroperasi. Fasilitas-fasilitas itu telah dilengkapi peralatan medis modern seperti alat pemeriksaan jantung, CT scan, mamografi, dan USG. Kehadiran alat-alat tersebut diharapkan menekan angka rujukan pasien ke daerah lain yang jaraknya jauh.

Pada tahap berikutnya, perluasan pembangunan dan revitalisasi akan difokuskan pada penanganan penyakit dengan tingkat kematian tinggi, yakni kanker, jantung, stroke, dan penyakit ginjal, serta penguatan layanan kesehatan ibu dan anak. Selain rumah sakit, pemerintah juga menyiapkan klinik di setiap gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang akan menyediakan layanan kesehatan berbasis telemedisin, sehingga warga desa dapat mengakses konsultasi medis dari jarak jauh.

Namun, Prabowo mengakui bahwa penguatan infrastruktur fisik saja tidak cukup tanpa diimbangi ketersediaan tenaga medis. Data yang ia sampaikan menunjukkan Indonesia masih kekurangan 84.781 dokter umum dan 127.580 dokter gigi. Di sisi lain, 481 kabupaten dan kota masih membutuhkan tambahan 55.712 dokter spesialis — angka yang mencerminkan kesenjangan besar antara kebutuhan dan kapasitas yang ada.

Untuk menutup defisit tersebut, pemerintah telah membuka sembilan fakultas kedokteran baru serta 170 program studi spesialis dan subspesialis, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun rumah sakit. Langkah ini diharapkan mempercepat produksi tenaga medis yang dibutuhkan seiring bertambahnya fasilitas kesehatan di daerah.

Tag: RSUD, infrastruktur kesehatan, tenaga medis, Prabowo Subianto, APBN 2027