DPR Desak Investasi Tak Sekadar Angka: Harus Ciptakan Kerja dan Sejahterakan Rakyat
2026-08-14 17:13 WIB · aindari · 👁 683 dibaca

Wakil Ketua Komisi VII DPR Lamhot Sinaga mendukung agenda perluasan lapangan kerja Presiden Prabowo, namun menekankan kualitas investasi harus benar-benar dirasakan hingga tingkat rumah tangga.
Dukungan parlemen mengalir untuk agenda penciptaan lapangan kerja yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi dan realisasi investasi tidak boleh berhenti sebagai capaian statistik semata — keduanya harus berujung pada perbaikan nyata kehidupan masyarakat luas.
Pernyataan itu disampaikan Lamhot di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat, menyusul pidato Presiden Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR-DPD RI 2026. Dalam forum tersebut, Prabowo mengumumkan ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada kuartal I 2026, dengan nilai Produk Domestik Bruto atas dasar harga berlaku mencapai Rp6.187,2 triliun berdasarkan data Badan Pusat Statistik.
Dari sisi investasi, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat realisasi investasi sepanjang semester I 2026 menembus Rp1.010,6 triliun, tumbuh 7,2 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi itu diklaim menyerap lebih dari 1,4 juta tenaga kerja Indonesia. Adapun untuk keseluruhan tahun 2025, Prabowo menyebut realisasi investasi nasional mencapai Rp1.931 triliun dan telah membuka lebih dari 2,7 juta lapangan kerja — capaian yang ia sebut sebagai bukti ketahanan ekonomi di tengah gejolak geopolitik dan perang dagang global.
Namun Lamhot mengingatkan bahwa angka-angka itu baru menjadi bermakna bila investasi yang masuk benar-benar menciptakan nilai tambah di dalam negeri, memperkuat industri nasional, dan membuka ruang bagi usaha kecil menengah untuk masuk ke rantai pasok. Ia menyoroti tantangan ke depan: memastikan kualitas investasi terus meningkat, bukan hanya kuantitasnya.
Sebagai anggota dewan yang bermitra dengan Kementerian Perindustrian, Lamhot menempatkan sektor industri pengolahan sebagai kunci transformasi investasi menjadi nilai tambah domestik. Data Kemenperin menunjukkan sektor ini menjadi kontributor terbesar PDB nasional pada 2025 dengan porsi 19,07 persen, tumbuh 5,30 persen sepanjang tahun itu, dan menyumbang 1,07 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Oleh karena itu, Lamhot mendorong agenda industrialisasi dan hilirisasi diperkuat secara konsisten. Menurutnya, ekosistem pemasok domestik perlu dibangun, penggunaan produk dalam negeri diperluas, kapasitas teknologi ditingkatkan, dan keterkaitan antara industri besar dengan pelaku usaha kecil diperkokoh. Industri besar, kata dia, harus menjadi penggerak utama, tetapi manfaatnya wajib mengalir ke industri nasional, UMKM, dan tenaga kerja lokal agar efek pengganda investasi benar-benar meluas ke seluruh lapisan ekonomi.
Tag: Komisi VII DPR, investasi, lapangan kerja, industri pengolahan, Prabowo Subianto