Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

China Aktifkan Respons Darurat Konsuler Usai Warganya Terluka dalam Gempa NTT

2026-08-17 16:31 WIB · aindari · 👁 923 dibaca

Pemerintah China mengonfirmasi sejumlah warganya menjadi korban luka gempa magnitudo 7,7 di NTT dan menyatakan siap memberikan bantuan kepada Indonesia.

Kementerian Luar Negeri China membenarkan adanya warga negaranya yang mengalami luka-luka akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 15 Agustus pagi. Pernyataan itu disampaikan Juru Bicara Kemenlu China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Senin.

Dua warga China yang menginap di Hotel Jayakarta, Labuan Bajo, diketahui terluka dan harus dilarikan ke Rumah Sakit Siloam Labuan Bajo. Merespons situasi tersebut, pihak konsuler China di Denpasar langsung mengaktifkan mekanisme tanggap darurat guna memberikan perlindungan dan bantuan konsuler kepada seluruh warga China yang terdampak. Lin Jian menegaskan pemerintahnya terus memantau perkembangan bencana ini dan menyatakan kesediaan China untuk memberikan bantuan sesuai kebutuhan Indonesia, seraya menyampaikan duka cita atas korban jiwa yang berjatuhan.

Di sisi kemanusiaan, data sementara dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 38 orang meninggal dunia hingga Sabtu pukul 15.00 WIB. Sekitar 2.000 jiwa dilaporkan terdampak, sementara pendataan jumlah pengungsi masih berlangsung.

Dampak gempa turut dirasakan di sejumlah destinasi wisata unggulan yang masuk kawasan Floratama — meliputi Flores, Alor, Lembata, dan Bima. Sebanyak 986 wisatawan sempat tertahan di Pulau Padar akibat penghentian sementara layanan pelayaran. Mereka akhirnya berhasil dipulangkan setelah Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo menerbitkan maklumat pembukaan kembali jalur pelayaran, dan seluruhnya tiba dengan selamat di Labuan Bajo.

Sejumlah fasilitas akomodasi di kawasan terdampak mengalami kerusakan dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Hotel Jayakarta di Manggarai Barat mengalami kerusakan struktural dengan sebagian bangunan roboh, meski seluruh tamu dan karyawan telah dinyatakan aman dan dipindahkan ke hotel terdekat. Hotel Papita Mbay di Nagekeo dilaporkan mengalami kerusakan parah, sedangkan sejumlah hotel lain seperti Ayana, Ta'aktana Marriott, Crown, Menjaga Bay, Luwansa, Sudamala, dan Meurorah hanya menderita kerusakan ringan.

Operasional di Bandara Komodo kembali berjalan dengan pembatasan setelah melalui pemeriksaan kelaikan teknis, sementara layanan pelayaran dibuka secara bertahap. Jaringan listrik dan internet di sebagian besar sarana akomodasi di area terdampak juga telah pulih. Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menyatakan terus melakukan penanganan terhadap wisatawan yang berada di kawasan terdampak.

Tag: Gempa NTT, Warga China, Labuan Bajo, Bencana Alam, Floratama