Ube vs Ubi Ungu: Mirip Warnanya, Beda Kandungan dan Dampak Kesehatannya
2026-08-17 17:10 WIB · aindari · 👁 755 dibaca
Dokter gizi menjelaskan perbedaan mendasar antara ube dan ubi ungu, termasuk mana yang lebih aman dikonsumsi dalam tren minuman kekinian.
Tren minuman berbahan ube, termasuk matcha ube latte yang belakangan viral, memunculkan pertanyaan di kalangan konsumen: apakah ube sama dengan ubi ungu yang selama ini dikenal? Jawabannya tidak sesederhana warnanya yang sama-sama ungu.
Ube adalah umbi khas Filipina dengan nama ilmiah Dioscorea alata, sementara ubi ungu yang umum di Indonesia merujuk pada Ipomoea batatas — masih satu keluarga dengan ubi jalar. Keduanya memang menghasilkan warna ungu yang serupa, namun berasal dari spesies tanaman yang berbeda dan memiliki profil nutrisi yang tidak identik.
Dari sisi rasa dan tekstur, ube cenderung lebih creamy dengan aroma khas yang lebih kuat, sehingga populer sebagai bahan dasar dessert dan minuman. Ubi ungu lokal memiliki rasa yang lebih earthy dan kandungan serat yang juga signifikan. Keduanya mengandung antosianin, pigmen alami yang bersifat antioksidan, namun kadar dan jenisnya berbeda di antara kedua umbi tersebut.
Dokter spesialis gizi mengingatkan bahwa produk minuman kekinian berlabel ube yang beredar di pasaran tidak selalu menggunakan ube asli. Banyak yang hanya mengandalkan pewarna ungu dan perisa sintetis untuk meniru tampilan dan aroma ube. Konsumen perlu jeli membaca komposisi produk sebelum mengonsumsinya, terutama karena minuman semacam ini kerap mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.
Bahaya tersembunyi dari minuman ube kekinian, menurut dokter gizi, justru bukan pada bahan ube-nya sendiri, melainkan pada kandungan gula, krimer, dan kalori total yang menyertai sajian tersebut. Konsumsi berlebihan tanpa memperhatikan komposisi ini berisiko memicu lonjakan gula darah dan penambahan berat badan, terutama bila diminum setiap hari.
Baik ube maupun ubi ungu pada dasarnya merupakan sumber karbohidrat kompleks yang bergizi bila dikonsumsi dalam bentuk alami dan diolah secara sederhana — dikukus atau dipanggang, misalnya. Manfaat antioksidan dari antosianin keduanya pun lebih optimal ketika tidak diproses berlebihan atau dicampur dengan bahan tinggi gula.
Kesimpulannya, ube dan ubi ungu bukan tanaman yang sama meski sering dianggap identik. Untuk mendapat manfaat kesehatan yang optimal, konsumsi keduanya dalam bentuk utuh lebih dianjurkan dibanding melalui produk minuman olahan yang kandungan gulanya sulit dikontrol.
Tag: ube, ubi ungu, gizi, minuman kekinian, antioksidan