Tujuh Sortie Pesawat dan Armada KRI Kerahkan Lebih dari 100 Ton Logistik ke NTT
2026-08-18 01:01 WIB · aindari · 👁 579 dibaca
BNPB bersama TNI dan mitra kemanusiaan mengintensifkan pengiriman bantuan ke wilayah terdampak gempa NTT melalui jalur udara dan laut sejak 15 Agustus 2026.
Penanganan darurat pascagempa di Nusa Tenggara Timur terus dipacu. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat aliran bantuan kemanusiaan ke wilayah terdampak dengan memanfaatkan jalur udara dan laut secara bersamaan, melibatkan TNI serta sejumlah mitra kemanusiaan.
Langkah koordinasi dilakukan pada Senin di Posko TNI AU Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta. Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana bersama Plt. Direktur Optimasi Jaringan Logistik dan Peralatan BNPB Brigjen TNI Herry Setiono bertemu dengan Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin untuk memastikan dukungan logistik dan transportasi udara bisa tersalurkan sesuai kebutuhan masyarakat di lapangan.
Pos Pendukung Logistik Nasional (PPN) Halim Perdanakusuma menjadi titik tolak operasi yang telah berjalan sejak Sabtu, 15 Agustus. Khusus pada Senin, tiga penerbangan diberangkatkan dengan total muatan mencapai 40.567 kilogram. Penerbangan pertama menggunakan Hercules A-1328 menuju Labuan Bajo, membawa 13.504 kilogram yang terdiri atas paket sembako dari Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres) seberat 3.019 kilogram serta dua unit tenda rumah sakit lapangan seberat 10.485 kilogram dari Pusat Krisis Kesehatan. Penerbangan kedua dengan Hercules A-1344 menuju Maumere mengangkut 13.563 kilogram, didominasi paket sembako dari Setmilpres, ditambah kaos dari BNPB dan obat-obatan dari Kementerian Pertahanan. Penerbangan ketiga melalui Hercules A-1339 kembali ke Labuan Bajo membawa 13.500 kilogram, termasuk sembako dari Setmilpres dan kornet kaleng dari Rumah Zakat.
Secara kumulatif, selama periode 15 hingga 17 Agustus 2026, BNPB mencatat tujuh sortie penerbangan telah mengantarkan total 101.494 kilogram logistik ke NTT. Operasi udara ini ditopang oleh dua pesawat A-400M Atlas dan empat pesawat C-130 Hercules milik TNI AU.
Selain jalur udara, distribusi melalui laut turut dijalankan menggunakan armada Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yang diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Priok. Bantuan disalurkan ke beberapa pelabuhan di NTT, yakni Pelabuhan Laurentius di Maumere, Pelabuhan Soekarno-Hatta di Ende, dan Pelabuhan Reo di Manggarai, menjangkau wilayah yang sulit diakses hanya lewat udara.
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan menyatakan bahwa koordinasi lintas lembaga ini dirancang agar bantuan sampai secara cepat dan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan di daerah terdampak.
Tag: BNPB, gempa NTT, bantuan kemanusiaan, TNI AU, logistik bencana