Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Trump Ancam Bom Oman jika Negara Teluk Itu Halangi Kesepakatan Selat Hormuz

2026-08-18 17:06 WIB · aindari · 👁 934 dibaca

Presiden AS Donald Trump melontarkan ancaman serangan udara terhadap Oman di tengah kebuntuan negosiasi dengan Iran soal kendali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengeluarkan ancaman keras terhadap Oman, negara Arab yang selama ini dikenal sebagai mediator diplomatik kawasan. Trump menyatakan akan mengebom Oman apabila negara tersebut menghalangi tercapainya kesepakatan terkait Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran tersibuk dan terpenting di dunia.

Ancaman ini muncul di tengah negosiasi damai antara AS dan Iran yang dilaporkan mengalami kebuntuan. Trump bahkan secara terbuka menyerukan Iran untuk menyerah dalam perundingan tersebut, menandakan meningkatnya tekanan Washington terhadap Teheran menyangkut masa depan Selat Hormuz.

Selat Hormuz merupakan jalur vital yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Sebagian besar ekspor minyak dari negara-negara Teluk melewati perairan sempit ini, sehingga kendali atas selat tersebut memiliki implikasi besar bagi pasokan energi global dan stabilitas harga minyak dunia.

Di sisi lain, Iran menyatakan telah mencapai kesepahaman dengan Oman mengenai peta rute baru di Selat Hormuz. Pernyataan Teheran ini menunjukkan bahwa Iran berupaya membangun posisi tawar tersendiri dalam sengketa jalur laut itu, dengan menggandeng Oman sebagai mitra yang selama ini memiliki hubungan baik dengan berbagai pihak yang bertikai.

Posisi Oman dalam konflik ini terbilang unik. Negara tersebut secara tradisional menjalin hubungan baik sekaligus dengan AS maupun Iran, dan kerap menjadi saluran komunikasi tidak resmi antara kedua negara yang berseteru. Ancaman Trump terhadap Oman karena itu dinilai mengejutkan secara diplomatik, mengingat Muscat justru berperan sebagai pihak yang membantu menjembatani dialog.

Eskalasi retorika Trump ini berpotensi memperkeruh sentimen pasar energi global. Ketidakpastian atas keamanan Selat Hormuz secara historis menjadi faktor yang mendorong volatilitas harga minyak, dan ancaman terbuka dari pemimpin AS terhadap salah satu negara di kawasan dapat memperburuk persepsi risiko geopolitik di kalangan pelaku pasar.

Hingga kini belum ada respons resmi dari pemerintah Oman atas ancaman Trump tersebut. Situasi ini menambah ketegangan di kawasan Teluk yang sudah lama menjadi titik panas hubungan internasional, terutama menyangkut ambisi nuklir Iran dan kepentingan strategis AS di Timur Tengah.

Tag: Trump, Oman, Selat Hormuz, Iran, Timur Tengah