Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Dua RS Lapangan Berdiri di NTT, Kemenkes Jaga Akses Kesehatan Warga Terdampak Gempa

2026-08-19 12:01 WIB · aindari · 👁 384 dibaca

Kementerian Kesehatan mendirikan rumah sakit lapangan di Manggarai dan Nagekeo untuk memastikan layanan medis tetap berjalan setelah gempa merusak fasilitas kesehatan di NTT.

Pascagempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur, Kementerian Kesehatan bergerak cepat dengan mendirikan dua Rumah Sakit Lapangan — masing-masing di RSUD Ruteng, Kabupaten Manggarai, dan RSUD Aeramo, Kabupaten Nagekeo. Langkah ini diambil karena kedua fasilitas kesehatan tersebut mengalami kerusakan akibat bencana, sehingga kapasitas pelayanannya terganggu.

Kepala Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes, Agus Jamaludin, menyebut pendirian RS Lapangan ini merupakan bagian dari aktivasi Health Emergency Operation Center (HEOC) sebagai respons terhadap kondisi darurat di lapangan. Menurutnya, keberadaan fasilitas sementara ini penting agar masyarakat yang terdampak bencana tidak kehilangan akses terhadap layanan medis yang layak dan aman.

Di Nagekeo, Tim Emergency Medical Team (EMT) Komposit telah berkoordinasi langsung dengan Direktur RSUD Aeramo pada Selasa, 18 Agustus, untuk membahas operasional RS Lapangan. Tim juga bekerja sama dengan petugas Instalasi Pemeliharaan Rumah Sakit guna menilai tingkat kerusakan ruang perawatan secara menyeluruh demi keselamatan staf maupun pasien. Dari hasil koordinasi awal, RSUD Aeramo diketahui masih membutuhkan tambahan tenda untuk menunjang operasional RS Lapangan tersebut.

Untuk memperkuat pelayanan, tim medis yang dikerahkan terdiri dari berbagai spesialisasi: dua dokter spesialis ortopedi, satu dokter spesialis bedah umum, dua dokter spesialis anestesi, satu dokter umum, serta perawat dengan keahlian di bidang IGD, anestesi, dan kamar operasi. Tenaga kesehatan ini dihimpun dari sejumlah rumah sakit, yakni fasilitas kesehatan di Kupang, RS Wahidin Makassar, RS Leimena Ambon, dan RS Ben Mboi Kupang, dengan RS Kariadi sebagai tim cadangan.

Sebagai antisipasi lonjakan kebutuhan, tim medis yang bertugas di RSUD Ende juga disiagakan untuk mendukung operasional RSUD Aeramo bila situasi memburuk. Tim EMT turut membawa logistik prioritas, antara lain vaksin dari Bio Farma, satu unit Emergency Kit, 2.000 masker, 1.000 kantong infus, dan 400 pasang sarung tangan medis.

Kemenkes menyatakan akan terus memantau perkembangan situasi dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi kebutuhan lanjutan, dengan tujuan mempercepat pemulihan fungsi fasilitas kesehatan di seluruh wilayah yang terdampak gempa.

Tag: gempa NTT, rumah sakit lapangan, Kemenkes, kesehatan darurat, Nagekeo