Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Kesehatan

Operasi Korban Gempa NTT Tetap Jalan di Tenda Darurat, Rumah Sakit Lapangan Segera Dibangun

2026-08-19 13:01 WIB · aindari · 👁 429 dibaca

Kemenkes mobilisasi dokter spesialis ortopedi dan membangun rumah sakit lapangan di dua lokasi untuk memastikan layanan bedah pascagempa NTT tidak terhenti.

Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) merusak dua rumah sakit rujukan utama di wilayah tersebut, yakni RSUD Ruteng di Kabupaten Manggarai dan RSUD Nagekeo. Kondisi bangunan yang tidak aman memaksa pelayanan pasien, termasuk tindakan pembedahan, dipindahkan ke tenda darurat di luar gedung. Meski demikian, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memastikan kegiatan operasi tetap berlangsung setelah meninjau langsung kondisi pelayanan di RSUD Ruteng.

Patah tulang dan trauma menjadi kasus kesehatan yang paling banyak ditemukan pascagempa. Budi menjenguk sejumlah pasien yang mengalami kondisi tersebut, salah satunya Yosef, seorang anak berusia 12 tahun yang menderita patah tulang paha setelah tertimpa reruntuhan rumah tetangganya. Menkes menyebut penanganan segera sangat penting agar pemulihan Yosef tidak berujung pada kecacatan permanen.

Untuk menangani lonjakan kasus ortopedi, Kemenkes memobilisasi tim dokter spesialis dari berbagai rumah sakit dan institusi pendidikan kedokteran. Tenaga medis yang diterjunkan antara lain berasal dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya, RSUD Sardjito, RS Ben Mboi, serta Universitas Hasanuddin. Tim ini difokuskan memperkuat pelayanan di RSUD Ruteng yang kapasitasnya terdampak kerusakan akibat bencana.

Sebagai solusi jangka pendek, Kemenkes tengah membangun rumah sakit lapangan di Stadion Golo Dukal, Kabupaten Manggarai. Fasilitas sementara ini akan dilengkapi ruang operasi agar tindakan bedah dapat dilakukan dengan standar keamanan yang memadai. Selain di Manggarai, rumah sakit lapangan serupa juga disiapkan untuk RSUD Nagekeo, mengingat kedua fasilitas rujukan itu tidak dapat beroperasi secara optimal dalam kondisi saat ini.

Respons kesehatan pascagempa tidak hanya difokuskan pada rumah sakit. Kemenkes berencana memperluas jangkauan layanan hingga ke tingkat desa melalui penyisiran atau sweeping kesehatan. Tim relawan dan tenaga kesehatan akan dikirim ke seluruh puskesmas di wilayah Flores Utara untuk menyisir desa-desa terdampak, mengidentifikasi warga yang membutuhkan perawatan segera maupun rujukan ke rumah sakit.

Koordinasi lintas sektor terus dijalankan, melibatkan pemerintah daerah, rumah sakit, puskesmas, perguruan tinggi, serta jejaring tenaga kesehatan. Kemenkes menegaskan pemulihan layanan kesehatan pascabencana bertumpu pada tiga pilar: penguatan tenaga medis spesialis, pembangunan fasilitas pelayanan sementara, dan penyisiran kesehatan berbasis komunitas.

Tag: gempa NTT, RSUD Ruteng, layanan kesehatan darurat, rumah sakit lapangan, korban gempa