Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Polri Gerakkan 14 Daerah di Jabar untuk Tanam Bawang Putih demi Kurangi Ketergantungan Impor

2026-08-19 17:11 WIB · aindari · 👁 347 dibaca

Sebanyak 59 Polres di Jawa Barat terlibat dalam program bawang putih nasional yang menargetkan panen hingga ribuan ton di tengah kondisi impor yang masih mendominasi kebutuhan dalam negeri.

Kepolisian Republik Indonesia menggulirkan penanaman bawang putih secara serentak di 14 daerah Jawa Barat, termasuk Kabupaten Cianjur, sebagai bagian dari upaya mendukung swasembada pangan yang menjadi salah satu pilar program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu dan melibatkan puluhan satuan kepolisian di seluruh provinsi.

Wakil Kepala Polri Komjen Pol Dedi Prasetyo menyatakan bahwa sebanyak 14 Polda dengan 59 Polres telah aktif berpartisipasi dalam program ini. Total lahan yang sudah ditanami mencapai 279,53 hektare, dengan estimasi hasil panen sebesar 2.795,4 ton bawang putih. Di Cianjur sendiri, penanaman dilakukan di Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, dan Kecamatan Cugenang, dengan total luas lahan enam hektare.

Program ini sebenarnya telah berjalan sejak 2025 melalui kemitraan dengan kelompok tani. Hingga 2026, kerja sama tersebut telah menjangkau total lahan seluas 948 hektare dan menghasilkan panen basah sebesar 9.480 ton secara kumulatif. Dedi menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar soal pemenuhan kebutuhan rakyat, melainkan juga menyangkut martabat dan kemandirian bangsa.

Urgensi program ini terlihat dari data kebutuhan nasional: Indonesia membutuhkan lebih dari 600 ribu ton bawang putih setiap tahunnya, sementara sekitar 95 persen dari jumlah itu masih dipenuhi melalui impor. Kondisi ini menempatkan bawang putih sebagai salah satu komoditas strategis yang perlu mendapat perhatian serius dalam agenda swasembada pangan.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto mengakui sejumlah tantangan dalam budidaya bawang putih, antara lain keterbatasan sumber daya manusia, ketersediaan bibit, dan pasokan air irigasi. Untuk mengatasi hambatan tersebut, Polri membentuk tim riset kolaboratif beranggotakan 25 orang yang terdiri dari personel Polri, Bakomsus Pertanian, kelompok tani, mahasiswa, dan ahli pertanian.

Tim tersebut bertugas mengkaji karakteristik bibit, kondisi lahan, dan pola budidaya yang sesuai. Hasil kajian itu nantinya akan dialihkan kepada kelompok tani dan mitra pertanian di Jawa Barat, termasuk di Cianjur, agar praktik budidaya dapat diterapkan secara lebih luas dan berkelanjutan. Para petani di wilayah Cianjur utara turut dilibatkan langsung dalam pelaksanaan program ini.

Selain kegiatan tanam, rangkaian program di Cianjur juga mencakup panen raya dan peletakan batu pertama Gudang Ketahanan Pangan Polri. Langkah ini mencerminkan pendekatan yang lebih menyeluruh, tidak hanya pada sisi produksi tetapi juga pada infrastruktur pascapanen sebagai bagian dari ekosistem ketahanan pangan nasional.

Tag: bawang putih, ketahanan pangan, Polri, swasembada, Jawa Barat