Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Dari Kapal ke Cold Storage, KNMP Bangun Rantai Mutu Perikanan Terintegrasi

2026-09-20 06:09 WIB · aindari · 👁 532 dibaca

Program Kampung Nelayan Merah Putih mendampingi nelayan dan mensertifikasi fasilitas penyimpanan demi menjaga kualitas ikan sejak ditangkap hingga siap ekspor.

Pemerintah melalui Program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) membangun sistem penjaminan mutu hasil perikanan yang menyentuh setiap titik rantai pasok — mulai dari geladak kapal nelayan hingga fasilitas cold storage di darat. Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan (BPPMHKP), Ishartini, menyampaikan hal ini di Badung, Bali, Sabtu.

Menurut Ishartini, seluruh anak buah kapal (ABK) diwajibkan memahami tata cara penanganan ikan yang benar. Ikan hasil tangkapan tidak boleh dibiarkan begitu saja di atas kapal, melainkan harus segera dimasukkan ke dalam cool box. Untuk mendukung praktik ini, BPPMHKP menyediakan es curah bertekstur lebih lembut yang mampu menyusup di antara ikan tanpa merusak dagingnya — berbeda dari es balok konvensional.

Pendampingan tidak berhenti di kapal. Fasilitas cold storage di darat juga menjalani proses sertifikasi guna memastikan standar suhu serta kelayakan sarana dan prasarana penyimpanan terpenuhi. Bagi sektor budidaya, penjaminan mutu dimulai dari lokasi tambak melalui penerapan cara budidaya ikan yang baik, kemudian berlanjut ke unit pengolahan dengan sertifikasi kelayakan pengolahan dan penerapan sistem Hazard Analysis and Critical Control Point (HACCP).

Hingga saat ini, dari 100 KNMP yang direncanakan, sebanyak 65 lokasi telah rampung dibangun dan mendapat pendampingan dari unit pelaksana teknis (UPT) BPPMHKP yang tersebar di berbagai provinsi. Program ini berjalan sejak 2025. Selain di KNMP, pendampingan serupa juga dijalankan di pelabuhan perikanan, tempat pelelangan ikan (TPI), dan lokasi sandar kapal nelayan lainnya.

Rangkaian penjaminan mutu ini sekaligus memperkuat daya saing ekspor produk perikanan Indonesia. Dengan sistem ketelusuran (traceability) yang terbangun, asal-usul bahan baku dapat dilacak dari hulu ke hilir — sebuah persyaratan yang kerap menjadi penentu akses pasar internasional.

Untuk memperlancar proses ekspor, BPPMHKP tengah menyelesaikan sistem digitalisasi layanan yang memungkinkan data dimasukkan satu kali dan langsung dapat diakses oleh berbagai instansi terkait. Sistem ini dikembangkan bersama Kementerian Perdagangan, Direktorat Jenderal Bea Cukai, serta Lembaga National Single Window (LNSW), dengan tujuan mengintegrasikan dan mempercepat seluruh proses ekspor komoditas kelautan dan perikanan nasional.

Tag: KNMP, penjaminan mutu perikanan, cold storage, ekspor perikanan, BPPMHKP