Gempa M5,7 Kembali Guncang Ruteng, Total Susulan Pascagempa Flores Capai 3.055 Kali
2026-08-20 06:01 WIB · aindari · 👁 743 dibaca
BMKG mencatat gempa bermagnitudo 5,7 mengguncang Ruteng, Manggarai, NTT pada Rabu malam, sementara total gempa susulan sejak gempa utama M7,7 telah melampaui tiga ribu kejadian.
Wilayah Nusa Tenggara Timur kembali diguncang gempa berkekuatan magnitudo 5,7 pada Rabu malam pukul 23.17 WIB. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan pusat gempa berada di Ruteng, Kabupaten Manggarai, dengan kedalaman 10 kilometer dan dinyatakan tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
Guncangan dirasakan di sejumlah kabupaten dengan intensitas bervariasi antara III hingga IV skala MMI, mencakup Kabupaten Manggarai, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Nagekeo, dan Kabupaten Sumba Timur. Intensitas pada level tersebut umumnya dirasakan oleh banyak orang di dalam ruangan dan dapat menggerakkan benda-benda ringan.
Gempa ini merupakan bagian dari rangkaian panjang aktivitas seismik yang terus berlangsung di zona tektonik Flores Back-Arc pascagempa utama bermagnitudo 7,7 yang sebelumnya mengguncang Flores. Hingga Rabu pukul 17.00 WIB, BMKG telah mencatat 3.055 gempa susulan dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,2 dan terkecil 1,1. Dari ribuan kejadian itu, sebanyak 88 di antaranya cukup kuat untuk dirasakan langsung oleh masyarakat. Di sela-sela gempa bermagnitudo lebih besar, aktivitas gempa dengan kekuatan di bawah magnitudo 5 juga terus berlangsung, mulai dari kisaran magnitudo 4 hingga 2.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memperkirakan proses peluruhan gempa susulan ini membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat minggu ke depan. Ia menjelaskan bahwa lamanya proses tersebut berbanding lurus dengan besarnya gempa utama yang terjadi. BMKG menegaskan pihaknya terus memantau aktivitas kegempaan secara waktu nyata sekaligus menyebarkan informasi kepada warga terdampak, termasuk mereka yang berada di lokasi pengungsian.
Merespons situasi ini, BMKG mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat di wilayah terdampak. Warga diminta tidak kembali menempati bangunan yang mengalami retakan struktural atau dinyatakan tidak aman, mengingat gempa susulan sewaktu-waktu masih dapat terjadi dan berisiko meruntuhkan bangunan yang sudah melemah. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi atau isu kebencanaan yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya. BMKG mendorong warga untuk selalu memperbarui informasi melalui aplikasi dan kanal resmi yang telah terverifikasi guna mendapatkan data tektonik yang akurat dan terpercaya.
Tag: gempa NTT, BMKG, Flores, Manggarai, gempa susulan