Biaya Haji 2027 Diusulkan Rp107 Juta, Korban Gempa NTT Jadi 71 Orang
2026-08-20 06:03 WIB · aindari · 👁 914 dibaca
Pemerintah mengajukan usulan biaya haji 2027 sekaligus menangani dampak gempa Flores yang terus berkembang.
Dua isu besar mendominasi pemberitaan humaniora pada Rabu: rencana penyelenggaraan ibadah haji 2027 dan penanganan bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur.
Di bidang haji, Menteri Haji dan Umrah Mochammad Irfan Yusuf memaparkan usulan pemerintah dalam Rapat Kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta. Rata-rata Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2027 diusulkan sebesar Rp107.340.172,02 per jamaah. Dari jumlah itu, sekitar 40 persen atau Rp42,9 juta ditanggung langsung oleh jamaah, sementara 60 persen sisanya atau sekitar Rp64,4 juta bersumber dari nilai manfaat dana haji.
Masih seputar haji, Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak mengungkapkan adanya potensi masalah pada data antrean calon haji. Dari total 5,7 juta data yang tercatat, sekitar 400 ribu di antaranya berisiko tidak valid. Nilainya ditaksir mencapai Rp10 triliun jika dikalikan dengan besaran setoran awal per porsi. Kemenhaj berencana berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri untuk memverifikasi ulang data tersebut, termasuk memastikan apakah pemilik porsi masih hidup atau sudah meninggal dunia.
Sementara itu, penanganan bencana gempa di NTT terus berlanjut. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat jumlah korban meninggal bertambah satu orang menjadi 71 jiwa, dengan penambahan terbaru berasal dari Kabupaten Nagekeo. Angka ini merupakan akumulasi korban sejak gempa pertama terjadi pada 15 hingga 19 Agustus 2026. Plt Kepala Pusat Data BNPB Berton SP Panjaitan menyampaikan belasungkawa sekaligus memastikan distribusi bantuan terus berjalan bagi warga di lokasi pengungsian maupun daerah terdampak.
Dari sisi kesehatan, Kementerian Kesehatan memastikan pasokan obat-obatan untuk warga terdampak masih mencukupi setidaknya untuk lima hari ke depan. Ketua Satgas Bencana Kemenkes Sumarjaya menyatakan pemerintah siap memobilisasi tambahan kebutuhan medis dari pusat apabila diperlukan.
Adapun terkait aktivitas seismik pascagempa bermagnitudo 7,7 di Flores, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memperkirakan gempa susulan masih akan berlangsung selama tiga hingga empat minggu ke depan sebelum aktivitasnya mereda. Besarnya magnitudo gempa utama menjadi alasan lamanya proses peluruhan tersebut.
Tag: haji 2027, gempa NTT, BNPB, BMKG, Kementerian Haji