Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Wang Yi Serukan Koeksistensi Damai di Semenanjung Korea dalam Pertemuan dengan Menlu Korsel

2026-08-20 06:09 WIB · aindari · 👁 729 dibaca

Menteri Luar Negeri China dan Korea Selatan bertemu di Seoul membahas stabilitas Semenanjung Korea dan penguatan kerja sama bilateral menjelang peringatan 35 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengunjungi Seoul untuk bertemu dengan mitranya dari Korea Selatan, Cho Hyun, guna membahas situasi Semenanjung Korea sekaligus memperkuat hubungan bilateral kedua negara. Dalam pertemuan itu, Wang Yi menegaskan dukungan China agar Korea Selatan dan Korea Utara secara bertahap bergerak menuju koeksistensi damai yang pada akhirnya menciptakan stabilitas jangka panjang di kawasan.

Wang Yi menyampaikan bahwa China secara konsisten berkomitmen memainkan peran konstruktif dalam menjaga perdamaian di Semenanjung Korea. Sebagai negara besar, kata Wang Yi, kebijakan luar negeri China menjunjung kesinambungan dan stabilitas. Ia juga mendorong Korea Selatan untuk secara mandiri mengembangkan hubungan luar negeri dengan berbagai pihak di tengah situasi global yang kian bergejolak.

Di sisi ekonomi, Wang Yi menyoroti fondasi kerja sama perdagangan kedua negara yang disebutnya sudah sangat kuat dan telah membentuk komunitas yang terintegrasi secara mendalam. Ia mendorong perluasan kerja sama ke sektor-sektor baru seperti kecerdasan buatan, ekonomi digital, transformasi hijau, manufaktur berteknologi tinggi, dan silver economy. Kedua pihak juga diharapkan mempercepat perundingan tahap kedua Perjanjian Perdagangan Bebas China-Korea Selatan.

Wang Yi turut menyinggung rencana penyelenggaraan KTT APEC tahun ini sebagai momentum bagi China dan Korea Selatan untuk bersama-sama membangun komunitas Asia-Pasifik. Peringatan 35 tahun hubungan diplomatik kedua negara yang jatuh tahun depan juga disebut sebagai kesempatan strategis untuk mempererat komunikasi tingkat tinggi dan memperluas bidang kerja sama.

Dari pihak Korea Selatan, Menlu Cho Hyun menegaskan komitmen negaranya pada kebijakan Satu China yang telah dipegang sejak awal hubungan diplomatik terjalin. Cho Hyun menyebut kunjungan Presiden Lee Jae-myung ke Shenzhen pada November untuk menghadiri KTT APEC sebagai peluang mempererat hubungan, termasuk di bidang teknologi tinggi, kecerdasan buatan, dan pertukaran pemuda. Seoul juga menyatakan keinginan mempercepat perundingan FTA tahap kedua dan memperkuat koordinasi dalam forum multilateral.

Pertemuan kedua menteri ini berlangsung hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginstruksikan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk mengurangi secara signifikan rencana latihan militer gabungan dengan Korea Selatan. Trump beralasan keputusan itu didasari pertimbangan biaya serta hubungannya dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, dengan menilai latihan tersebut mengirimkan sinyal yang dianggapnya tidak pantas terhadap Pyongyang. Trump juga mengaitkan keputusan itu dengan penolakan Korea Selatan atas permintaannya agar Seoul turut bergabung dalam upaya denuklirisasi Iran. Dinamika tersebut menambah kompleksitas lanskap diplomatik di kawasan yang menjadi latar belakang pertemuan Seoul ini.

Tag: Korea Selatan, China, Wang Yi, Semenanjung Korea, Diplomasi