Indonesia dan Turkiye Tegaskan Kemitraan Strategis Harus Berkontribusi pada Kemerdekaan Palestina
2026-08-20 06:12 WIB · aindari · 👁 304 dibaca
Duta Besar RI untuk Turkiye menyerukan agar kemitraan bilateral kedua negara melampaui kepentingan nasional dan turut menjawab krisis kemanusiaan global, termasuk perjuangan kemerdekaan Palestina.
Duta Besar Indonesia untuk Turkiye, Achmad Rizal Purnama, menegaskan bahwa kemitraan antara Indonesia dan Turkiye tidak boleh berhenti pada keuntungan kedua negara semata. Menurutnya, hubungan bilateral yang telah berjalan baik itu harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi penyelesaian masalah-masalah kemanusiaan di dunia, termasuk perjuangan rakyat Palestina untuk merdeka.
Pernyataan itu disampaikan Dubes Rizal dalam acara "Partnership Day Indonesia-Turkiye" 2026 yang digelar oleh KBRI Ankara di Wisma Duta Ankara pada Senin (17/8), bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Keterangan resmi dari KBRI Ankara dikonfirmasi pada Rabu.
Dalam kesempatan tersebut, Rizal menekankan bahwa penderitaan rakyat Palestina tidak boleh dianggap sebagai sesuatu yang wajar atau menjadi kenormalan baru. Ia menegaskan bahwa nilai-nilai kemanusiaan harus diletakkan di atas kalkulasi politik. Ia pun menggambarkan Indonesia dan Turkiye sebagai dua negara yang berbagi satu visi, satu tanggung jawab, dan satu masa depan bersama.
Acara tersebut turut dihadiri Menteri Pertahanan Nasional Turkiye Yasar Guler sebagai tamu kehormatan. Guler menyebut hubungan antara kedua negara sebagai sesuatu yang istimewa dan dekat, serta menyatakan keyakinannya bahwa relasi Indonesia-Turkiye akan terus berkembang ke tingkat yang lebih tinggi. Ia juga menegaskan komitmen Turkiye untuk menjalankan kemitraan di sektor pertahanan berdasarkan prinsip saling menguntungkan.
Senada dengan itu, Kepala Direktorat Industri Pertahanan Turkiye, Prof. Dr. Haluk Gorgun, menyampaikan harapan agar kerja sama strategis di bidang industri pertahanan antara kedua negara semakin diperkuat. Gorgun secara khusus menyoroti peran Presiden RI Prabowo Subianto, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, serta Dubes Rizal dalam mendorong kemajuan kerja sama industri pertahanan, termasuk proyek pengembangan jet tempur bersama bernama KAAN.
Dubes Rizal juga mencatat sejumlah perkembangan positif dalam hubungan bilateral kedua negara, mencakup sektor pertahanan, industri pertahanan, investasi, hingga energi. Bagi KBRI Ankara, acara "Partnership Day" ini memiliki makna lebih dari sekadar perayaan diplomatik — yakni sebagai simbol transformasi hubungan historis Indonesia-Turkiye menjadi kemitraan yang lebih konkret, berorientasi masa depan, dan berdampak bagi perdamaian dunia.
Tag: Indonesia, Turkiye, Palestina, kerja sama pertahanan, diplomasi