Penyakit Bangkalan Hantam Produksi Durian Sulteng hingga 60 Persen, Pemerintah Siapkan Tim Ahli
2026-08-20 17:09 WIB · aindari · 👁 522 dibaca

Asosiasi petani durian Sulawesi Tengah menyambut positif respons cepat Menteri Pertanian yang berjanji mendatangkan tim ahli dan menanggung seluruh biaya penanganan penyakit bangkalan.
Penyakit bangkalan menjadi ancaman serius bagi petani durian di Sulawesi Tengah. Serangan penyakit ini membuat buah rontok sebelum sempat matang, sehingga daging buah tidak bisa dikonsumsi sama sekali. Dampaknya terhadap produksi pun signifikan — Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia Sulawesi Tengah (Apdurin Sulteng) mencatat penurunan hasil panen bisa mencapai 60 persen akibat wabah ini.
Ketua Apdurin Sulteng, Hengky Idrus, menyampaikan keluhannya saat menghadiri Dies Natalis ke-45 sekaligus wisuda Universitas Tadulako di Palu, Kamis, yang turut dihadiri Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Menurut Hengky, bangkalan selama ini menjadi momok bagi para petani karena belum ada obat khusus yang terbukti efektif mengatasi penyakit tersebut, sehingga kerugian finansial yang ditanggung petani terus berulang setiap musim.
Merespons keluhan itu, Mentan Amran langsung memerintahkan jajarannya untuk segera menghadirkan tim ahli guna menangani penyakit pada tanaman durian. Pemerintah juga menjanjikan bahwa seluruh pembiayaan penanganan akan ditanggung negara. Komitmen ini disambut positif oleh Apdurin Sulteng yang selama ini berharap ada intervensi konkret dari pemerintah pusat.
Berdasarkan data Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Sulawesi Tengah, luas kebun durian di provinsi itu saat ini mencapai sekitar 36 ribu hektare, dengan 12 ribu hektare di antaranya sudah dalam tahap produksi. Angka ini mencerminkan potensi besar yang dimiliki Sulteng, mengingat durian telah masuk dalam daftar komoditas ekspor Indonesia di subsektor hortikultura, dengan durian asal Sulawesi Tengah menjadi salah satu andalan.
Meski dihantam penurunan produksi, Hengky mengungkapkan bahwa para petani tidak menyerah. Mereka tetap konsisten berupaya meningkatkan hasil panen karena nilai ekonomis durian dinilai masih sangat menjanjikan. Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah pun disebut telah berkomitmen untuk terus mengembangkan kawasan perkebunan durian di wilayah tersebut.
Apdurin Sulteng kini berharap janji pemerintah pusat dapat segera direalisasikan agar penanganan dan pengendalian penyakit bangkalan bisa dilakukan secara berkelanjutan, bukan sekadar respons sesaat. Penyelesaian masalah ini dinilai krusial untuk menjaga kelangsungan produksi dan daya saing durian Sulteng di pasar ekspor.
Tag: durian, penyakit bangkalan, Sulawesi Tengah, hortikultura, Kementerian Pertanian