Taiwan Tawarkan Teknologi Pertanian Cerdas ke Indonesia, Minta Lahan Percontohan
2026-08-21 06:03 WIB · aindari · 👁 796 dibaca

Pejabat tinggi Taiwan menyatakan kesiapan berbagi solusi pertanian cerdas dengan Indonesia, termasuk dukungan ketahanan pangan dan pembukaan lapangan kerja.
Taiwan secara resmi menyoroti potensi kerja sama di bidang pertanian cerdas dengan Indonesia, dengan harapan kedua pihak dapat membangun wilayah percontohan sebagai langkah konkret. Kepala Departemen Luar Negeri Taiwan, Lin Chia-Lung, menyampaikan hal ini dalam pertemuan bersama delegasi media yang berlangsung di Taipei dalam kerangka New Southbound Policy (NSP) Taiwan.
Menurut Lin, Taiwan memiliki keunggulan teknologi pertanian cerdas yang dinilai relevan untuk memperkuat ketahanan pangan Indonesia, khususnya dalam mendorong ekspor produk pangan olahan. Ia mengusulkan agar Indonesia menyediakan kawasan percontohan sehingga Taiwan dapat menghadirkan solusi pertanian yang terintegrasi. Dengan skema tersebut, Lin meyakini kerja sama ini berpotensi membuka lapangan kerja baru, mendongkrak ekspor, sekaligus membantu membentuk industri pertanian modern di Indonesia.
Gagasan Taiwan ini muncul di tengah upaya Indonesia yang sudah berjalan dalam mengadopsi teknologi pertanian cerdas dari berbagai mitra internasional. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tengah menjalankan kolaborasi tahap kedua bersama Korea Institute of Science and Technology (KIST) dari Korea Selatan. Kepala Pusat Riset Sistem Industri dan Manufaktur Berkelanjutan BRIN, Nugroho Adi Sasongko, menjelaskan bahwa kerja sama ini berfokus pada karakteristik penyerapan nutrisi tanaman unggulan Indonesia di setiap fase pertumbuhannya.
Melalui teknologi dari KIST, Indonesia dapat mengukur secara presisi komposisi larutan nutrisi yang dibutuhkan tanaman dalam kondisi iklim tropis. Nugroho menegaskan teknologi ini penting agar kualitas produk alami Indonesia memenuhi standar industri global. Lebih jauh, adopsi teknologi tersebut diharapkan mampu mengangkat nilai ekonomi produk hayati lokal menjadi komoditas bernilai tinggi di pasar internasional.
Sementara itu, Taiwan sendiri sudah menjadi salah satu pasar tujuan ekspor pangan Indonesia yang menjanjikan. Kementerian Perdagangan RI mencatat potensi transaksi senilai 5 juta dolar AS yang dibukukan melalui Paviliun Indonesia pada Food Taipei Mega Show 2026. Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyebut angka itu mencerminkan kepercayaan pasar Taiwan yang terus tumbuh terhadap kualitas produk pangan Indonesia.
Dengan tawaran kerja sama dari Taiwan di satu sisi dan kolaborasi riset bersama Korea Selatan di sisi lain, Indonesia berada pada posisi yang semakin aktif dalam mengintegrasikan teknologi pertanian cerdas ke dalam sistem produksi pangannya. Langkah selanjutnya, termasuk apakah Indonesia akan merespons usulan penyediaan lahan percontohan dari Taiwan, akan menentukan seberapa jauh kerja sama bilateral ini dapat berkembang menjadi kemitraan strategis jangka panjang.
Tag: pertanian cerdas, Taiwan, Indonesia, ketahanan pangan, ekspor pangan