Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Perhutani Banyumas Timur Jaga Kesinambungan Produksi Getah Pinus lewat Perawatan Siklus di TPG

2026-08-21 06:12 WIB · aindari · 👁 765 dibaca

Perhutani KPH Banyumas Timur mengintensifkan perawatan siklus di Tempat Penampungan Getah demi memastikan produksi getah pinus berjalan berkelanjutan dan berkualitas.

Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyumas Timur memperkuat pengelolaan produksi getah pinus melalui perawatan siklus di Tempat Penampungan Getah (TPG). Langkah ini ditempuh sebagai bagian dari upaya menjaga kelangsungan produksi jangka panjang sekaligus meningkatkan mutu hasil sadapan yang diperoleh dari kawasan hutan yang dikelola.

TPG berperan sebagai titik kunci dalam rantai produksi getah pinus — tempat getah hasil sadapan dikumpulkan sebelum diproses lebih lanjut. Perawatan siklus di fasilitas ini mencakup pemeliharaan kondisi penampungan agar getah yang terkumpul tidak mengalami penurunan kualitas akibat kontaminasi atau penanganan yang tidak tepat.

Dalam pengelolaan ini, Perhutani juga menggandeng Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) untuk memperkuat tata kelola getah pinus. Kolaborasi antara Perhutani dan LMDH difokuskan pada proses penerimaan getah di TPG, sehingga standar mutu dapat dijaga sejak tahap awal pengumpulan. Keterlibatan masyarakat desa hutan ini sekaligus menjadi bagian dari skema pemberdayaan ekonomi lokal yang berjalan beriringan dengan kepentingan produksi.

Di wilayah lain, Perhutani RPH Kebasen turut menyoroti sisi lapangan dari kegiatan penyadapan, menggambarkan proses kerja para penyadap yang menghasilkan getah tetes demi tetes dari pohon pinus. Sementara itu, di TPG Warudoyong, Perhutani hadir membawa solusi teknis untuk meningkatkan mutu hasil sadapan, menunjukkan bahwa intervensi langsung di tingkat TPG menjadi strategi yang diterapkan secara konsisten di berbagai wilayah kerja.

Upaya serupa juga terlihat di KPH Kedu Selatan, di mana Administratur setempat melakukan monitoring langsung ke basecamp penyadap di RPH Bogangin. Pemantauan lapangan ini bertujuan mengoptimalkan produksi getah pinus dengan memastikan praktik penyadapan berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Monitoring oleh pejabat tingkat administratur mencerminkan perhatian serius terhadap produktivitas dan kualitas di tingkat tapak.

Rangkaian kegiatan dari berbagai KPH ini menggambarkan pola pengelolaan yang terkoordinasi: Perhutani mendorong peningkatan mutu dan keberlanjutan produksi getah pinus tidak hanya melalui kebijakan, tetapi juga lewat kehadiran langsung di lapangan dan penguatan kerja sama dengan komunitas lokal. Getah pinus sendiri merupakan komoditas kehutanan yang memiliki nilai ekonomi signifikan sebagai bahan baku industri, sehingga konsistensi kualitas dan volume produksi menjadi prioritas yang terus dijaga.

Tag: Perhutani, getah pinus, TPG, LMDH, kehutanan