Kadin dan Suissenegoce Sepakat Latih SDM Indonesia di Bidang Perdagangan Komoditas Global
2026-08-22 06:09 WIB · aindari · 👁 365 dibaca

Program pelatihan bersertifikasi lima minggu akan digelar rutin di Jakarta untuk mendorong Indonesia naik kelas dari sekadar produsen menjadi pemain aktif di pasar komoditas dunia.
Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia resmi menjalin kemitraan dengan Suissenegoce, asosiasi perdagangan komoditas asal Swiss, untuk menyelenggarakan program pendidikan dan pelatihan perdagangan komoditas global. Penandatanganan kerja sama berlangsung di Jenewa pada Kamis, 20 Agustus, ditandatangani oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie dan Sekretaris Jenderal Suissenegoce Florence Schurch, disaksikan Duta Besar RI untuk Swiss Ngurah Swajaya serta Ketua Komite Bilateral Kadin Indonesia-Swiss Francis Wanandi.
Kedua pihak akan menggelar pelatihan bersertifikasi Suissenegoce mengenai global commodities trading dengan durasi lima minggu per sesi. Program ini direncanakan berlangsung secara reguler di Jakarta dan terbuka bagi pelaku bisnis dari sektor swasta maupun BUMN, dengan tujuan mengoptimalkan pendapatan negara dari komoditas unggulan ekspor.
Kemitraan ini mendapat dukungan penuh dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bern. Dubes Ngurah menyebut penandatanganan ini sebagai langkah awal yang konkret, sekaligus bertepatan dengan peringatan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Swiss. KBRI Bern menyatakan telah lama menjajaki kemungkinan kolaborasi antara kedua organisasi sebelum akhirnya terwujud.
Secara historis, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari serangkaian pertemuan tingkat tinggi, termasuk kunjungan Menteri Federal Bidang Ekonomi, Pendidikan, dan Riset Swiss Guy Parmelin ke Jakarta pada Oktober 2025, serta penandatanganan kerja sama pengolahan mineral dan logam oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani pada Juni 2026.
Anindya Bakrie menekankan bahwa penguatan kapasitas SDM di bidang perdagangan komoditas adalah langkah strategis agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai negara produsen. Menurutnya, Indonesia perlu membangun kemampuan untuk tampil sebagai pemain berpengaruh di pasar komoditas internasional, bukan sekadar pemasok bahan mentah.
Suissenegoce sendiri merupakan asosiasi yang menaungi sekitar 215 perusahaan global yang bergerak di sektor pertanian, mineral dan logam, serta energi. Swiss dikenal sebagai salah satu pusat perdagangan komoditas global terbesar sejak dekade 1950-an, dengan pangsa pasar dunia mencapai sepertiga, ditopang oleh sistem perbankan dan perpajakan yang mapan.
Melalui kolaborasi ini, Kadin Indonesia berharap para anggotanya terdorong untuk aktif membangun ekosistem pendukung perdagangan komoditas dan memperluas jangkauan di pasar global. Alih pengetahuan dari Swiss dipandang sebagai modal penting untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai perdagangan komoditas dunia.
Tag: Kadin Indonesia, Suissenegoce, perdagangan komoditas, pelatihan SDM, kerja sama Indonesia-Swiss