Distribusi 1,65 Juta Ton Beras Cadangan Pemerintah Jadi Tameng Hadapi El Niño 2026
2026-08-23 06:02 WIB · aindari · 👁 960 dibaca

Bapanas optimistis lonjakan harga beras seperti 2023-2024 tak akan terulang berkat stok cadangan yang jauh lebih besar dan distribusi yang lebih agresif.
Pemerintah telah menyalurkan 1,65 juta ton cadangan beras pemerintah (CBP) sepanjang Januari hingga 21 Agustus 2026 sebagai langkah utama meredam gejolak harga di tengah ancaman El Niño yang mencapai puncaknya pada musim kemarau Juli-Agustus ini. Badan Pangan Nasional (Bapanas) menyebut realisasi distribusi itu sebagai bukti kesiapan pemerintah yang jauh lebih matang dibanding periode El Niño sebelumnya.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, menyatakan fluktuasi harga beras nasional masih dalam batas terkendali. Ia meyakini inflasi beras tidak akan melonjak seperti yang terjadi pada September 2023, ketika inflasi beras bulanan menyentuh 5,61 persen, maupun Februari 2024 yang mencatat angka 5,32 persen — dua periode yang sama-sama dihantam dampak El Niño dan musim kemarau panjang.
Angka distribusi 1,65 juta ton pada periode yang sama tahun ini melampaui penyaluran CBP Januari-Agustus 2023 sebesar 1,37 juta ton, atau tumbuh sekitar 20 persen. Lebih mencolok lagi, realisasi ini melonjak lebih dari 161 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yang hanya mencapai 631,58 ribu ton. Rincian penyaluran mencakup program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebesar 899,17 ribu ton, bantuan pangan dua tahap senilai 695,11 ribu ton, serta distribusi untuk bantuan bencana dan kebutuhan anggaran pemerintah yang mencapai sekitar 65 ribu ton.
Di sisi cadangan, stok CBP yang dikelola Perum Bulog per 21 Agustus 2026 tercatat 5,17 juta ton — melonjak hampir 292 persen dibandingkan stok Agustus 2023 yang hanya 1,32 juta ton. Ketut menegaskan seluruh biaya program intervensi, termasuk SPHP dan bantuan pangan, ditanggung penuh oleh pemerintah, sehingga Bulog dapat bergerak cepat melakukan intervensi di seluruh wilayah Indonesia.
Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menambahkan bahwa Indonesia kini memiliki pengalaman menghadapi El Niño hingga tiga kali. Ia mengingatkan bahwa pada El Niño 2023 dan 2024, persiapan yang kurang memadai memaksa pemerintah mengimpor hingga 7 juta ton beras. Kini, dengan stok CBP di atas 5 juta ton yang diraih tanpa impor, pemerintah menilai ketahanan pangan nasional berada pada posisi yang jauh lebih kuat untuk melewati tekanan musim kemarau tahun ini.
Tag: cadangan beras, El Niño, Bapanas, stabilisasi harga pangan, Bulog