Sistem Irigasi Otomatis Tenaga Surya Hadir di Lahan Praktik SMK Subang
2026-08-23 17:04 WIB · aindari · 👁 522 dibaca

UPNVJ memasang sistem irigasi cerdas berbasis IoT dan panel surya di SMK Negeri 1 Ciasem untuk menggantikan pompa diesel yang boros waktu dan bahan bakar.
Lahan pertanian seluas satu hektare milik SMK Negeri 1 Ciasem, Kabupaten Subang, Jawa Barat, kini dilengkapi sistem irigasi otomatis yang bekerja berdasarkan data sensor kelembapan tanah secara real-time. Teknologi ini dipasang oleh tim dari Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jakarta (UPNVJ) pada 20 Agustus lalu sebagai bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai melalui skema BIMA Kemendiktisaintek Tahun 2026.
Sebelum sistem baru ini hadir, lahan Teaching Factory sekolah tersebut mengandalkan pompa diesel dengan metode penggenangan. Satu sesi penyiraman untuk lahan seluas satu hektare bisa memakan waktu hingga 10 jam dan menghabiskan sekitar 10 liter solar. Ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus pengelolaan air yang tidak terukur menjadi dua masalah utama yang mendorong perlunya perubahan.
Sistem pengganti yang dipasang tim UPNVJ mengintegrasikan sensor kelembapan tanah, mikrokontroler ESP32, relay, pompa air, katup selenoida, jaringan perpipaan, serta pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) tipe off-grid. Cara kerjanya: sensor membaca kondisi tanah dan lingkungan, data diproses oleh ESP32, lalu pompa dan katup diaktifkan sesuai kebutuhan aktual tanaman. Seluruh data dapat dipantau melalui sebuah dashboard digital.
Ketua tim pelaksana Mohammad Rachman Waluyo menyatakan bahwa penggunaan energi surya bukan sekadar solusi efisiensi, melainkan juga bagian dari materi pembelajaran. Lewat sistem ini, siswa dapat memahami secara langsung keterkaitan antara otomasi, pengelolaan air, jaringan internet, dan energi terbarukan — bukan hanya sebagai teori di kelas, tetapi melalui praktik nyata di lapangan.
Program ini dirancang sekaligus sebagai pengembangan Teaching Factory (TeFa) sekolah vokasi. Selain instalasi perangkat, tim UPNVJ — yang terdiri dari Mohammad Rachman Waluyo, Yulizar Widiatama, Henry Binsar Hamongan Sitorus, Donny Montreano, serta tiga mahasiswa pendamping — juga menyelenggarakan sosialisasi dan pelatihan bagi guru dan siswa. Materi mencakup konsep Smart Irrigation, fungsi tiap komponen, cara mengoperasikan sistem, pemantauan dashboard, hingga perawatan dasar.
Untuk menjamin keberlanjutan, sistem dilengkapi modul pembelajaran dan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai panduan operasional dan pemeliharaan. Ke depan, tim berencana melakukan pendampingan dan monitoring berkala terhadap seluruh komponen sistem, mulai dari sensor hingga panel surya, sekaligus mendorong penggunaan logbook agar teknologi benar-benar terintegrasi dalam kegiatan belajar-mengajar.
UPNVJ menyebut penerapan di SMK Negeri 1 Ciasem ini sebagai langkah awal menuju pembelajaran pertanian yang lebih modern dan berbasis data. Rachman berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah vokasi semacam ini dapat mempercepat lahirnya tenaga kerja yang siap menghadapi tuntutan industri pertanian berbasis teknologi atau smart farming.
Tag: irigasi cerdas, IoT pertanian, energi surya, SMK vokasi, UPNVJ