Bali Perketat Pemantauan Zika Setelah Peringatan Kesehatan AS
2026-08-25 06:06 WIB · aindari · 👁 587 dibaca

Dinkes Bali menyebut belum ada kasus Zika terkonfirmasi di wilayahnya, tetapi kewaspadaan diperkuat bersama Kementerian Kesehatan.
Dinas Kesehatan Provinsi Bali menyatakan belum menemukan kasus terkonfirmasi virus Zika di wilayahnya. Kesimpulan itu merujuk pada pemantauan rutin yang dihimpun dari dinas kesehatan kabupaten/kota dan rumah sakit di seluruh Bali. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinkes Bali I Nyoman Gede Anom di Denpasar, Senin.
Keterangan resmi itu diberikan setelah muncul pemberitaan mengenai Travel Health Notice Level 2 dari CDC Amerika Serikat terkait peningkatan kasus Zika. Dalam pemberitaan tersebut, salah satu pasien disebut sebagai pelancong yang baru kembali dari Bali. Dinkes Bali menegaskan informasi dari sistem peringatan dini internasional tetap diperhatikan dan digunakan sebagai bahan evaluasi bersama Kementerian Kesehatan.
Zika merupakan penyakit yang dapat menular melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti, jenis nyamuk yang juga menjadi penular Demam Berdarah Dengue. Masa inkubasinya berkisar 3 sampai 14 hari. Gejala yang dapat muncul antara lain ruam, demam, mata merah, nyeri otot, nyeri sendi, rasa lemah, dan sakit kepala. Keluhan tersebut umumnya berlangsung sekitar 4 sampai 7 hari dan disebut cenderung lebih ringan dibanding DBD.
Meski belum ada kasus terkonfirmasi di Bali, pemerintah daerah tetap meminta masyarakat serta wisatawan domestik dan mancanegara menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Imbauan diarahkan pada penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat agar tempat berkembang biak nyamuk dapat ditekan, terutama di kawasan permukiman dan lingkungan yang banyak dikunjungi orang.
Pencegahan difokuskan melalui gerakan 3M Plus, yaitu menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, dan mendaur ulang barang yang berpotensi menjadi sarang nyamuk. Upaya tambahan yang dianjurkan mencakup penggunaan losion anti-nyamuk, obat nyamuk, serta kelambu untuk mengurangi risiko gigitan Aedes aegypti.
Dinkes Bali juga mengingatkan warga dan wisatawan agar segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat jika mengalami gejala yang mengarah pada infeksi Zika. Pemeriksaan dini diperlukan agar petugas kesehatan dapat melakukan penanganan dan pemantauan sesuai prosedur.
Sebagai langkah antisipatif, Kementerian Kesehatan bersama Dinkes Bali memperkuat kewaspadaan melalui peningkatan kemampuan laboratorium dan jejaring surveilans Surveilabs. Penguatan itu mencakup kapasitas pemeriksaan PCR dan serologi di laboratorium daerah serta rujukan nasional, pengawasan di pintu masuk negara melalui karantina kesehatan, dan pemantauan gejala secara lebih intensif di puskesmas serta rumah sakit.
Tag: Zika, Dinkes Bali, Kesehatan, Nyamuk Aedes, Surveilans