Kemenhut Siapkan Tambahan Sumur Hidran untuk Perkuat Pengendalian Karhutla Gambut
2026-08-25 17:04 WIB · aindari · 👁 770 dibaca

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyatakan pemerintah akan menambah fasilitas sumur hidran dan memperkuat penanganan kebakaran lahan gambut di Tanjung Jabung Timur, Jambi.
Pemerintah menyiapkan penambahan fasilitas sumur hidran sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan berulang di kawasan gambut. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan rencana itu saat berada di Jambi, Selasa, dengan menekankan kebutuhan penguatan sarana pendukung, termasuk selang, perawatan, dan pembangunan sumur baru.
Sumur hidran berfungsi sebagai tempat penyimpanan air yang disiapkan khusus untuk membantu proses pemadaman kebakaran di lokasi rawan. Menurut Raja Juli, fasilitas yang sebelumnya dibangun melalui program Badan Restorasi Gambut dan Mangrove memiliki peran penting karena menyediakan sumber air saat api muncul di kawasan yang sulit ditangani, terutama lahan gambut.
Untuk Jambi, pemerintah juga telah menyiapkan langkah penanganan lain. Salah satunya adalah skenario Operasi Modifikasi Cuaca yang dijadwalkan pada 27 sampai 30 Agustus. Selain itu, kekuatan petugas di lapangan diperbesar dengan pengerahan 500 personel dari Dinas Kehutanan setempat guna membantu pengendalian karhutla.
Raja Juli menilai pencegahan dan penanggulangan kebakaran tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah. Ia menekankan perlunya kerja bersama lintas pihak serta laporan cepat dari masyarakat di tingkat tapak. Kondisi gambut yang dalamnya mencapai empat meter dan berdekatan dengan hutan lindung gambut seluas 17 ribu hektare membuat risiko kebakaran perlu ditangani lebih hati-hati.
Di Desa Pandan Sejahtera, Kecamatan Geragai, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Ketua Kelompok Masyarakat Peduli Api Sarwo menyampaikan bahwa 23 sumur hidran aktif membantu pengendalian kebakaran di wilayah tersebut. Api yang telah berlangsung tiga hari dapat ditahan berkat keterlibatan petugas dan warga, sehingga tidak merembet ke hutan lindung gambut yang berjarak sekitar satu kilometer.
Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur Muslimin Tanja menyebut wilayahnya menghadapi tekanan besar selama musim kemarau. Sepanjang Januari hingga Agustus, terdapat 135 titik api, dengan jumlah terbanyak pada Agustus sebanyak 53 titik. Luas lahan terbakar mencapai 108 hektare dan seluruhnya berada di kawasan gambut.
Tanjung Jabung Timur memiliki karakter wilayah yang rentan terhadap karhutla karena 56 persen dari 514 ribu hektare daratannya berupa lahan gambut. Pemerintah daerah berharap perhatian Kementerian Kehutanan dapat memperkuat penanganan di lapangan, terutama melalui ketersediaan sarana air, kesiapan personel, dan partisipasi masyarakat dalam mencegah api meluas.
Tag: karhutla, lahan gambut, sumur hidran, Jambi, Kementerian Kehutanan