Prabowo Hadiri Groundbreaking PLTS Gilimanuk, Bali Disiapkan Kurangi Ketergantungan BBM
2026-08-25 17:14 WIB · aindari · 👁 726 dibaca

Presiden Prabowo Subianto menghadiri peluncuran pengembangan PLTS Gilimanuk di Jembrana, proyek energi surya yang diproyeksikan memperkuat transisi kelistrikan Bali.
Presiden Prabowo Subianto berada di Kabupaten Jembrana, Bali, pada Selasa siang untuk menghadiri peluncuran tahap groundbreaking Pembangkit Listrik Tenaga Surya atau PLTS Gilimanuk. Agenda tersebut menjadi bagian dari pengembangan program strategis energi bersih yang diarahkan untuk memperkuat sistem kelistrikan Bali.
Prabowo tiba di kawasan Monumen Lintas Laut Jawa-Bali, Desa Gilimanuk, Kecamatan Melaya, sekitar pukul 15.30 Wita. Kedatangannya di lokasi disambut masyarakat dan pelajar yang berada di sisi jalan menuju area kegiatan. Kunjungan itu dilakukan bersama jajaran kementerian terkait.
Proyek PLTS Gilimanuk digagas oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Danantara Indonesia, serta PT PLN (Persero). Berdasarkan paparan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo, fasilitas ini disiapkan sebagai langkah awal untuk menghapus penggunaan bahan bakar minyak dalam sistem kelistrikan Bali melalui integrasi pembangkit surya dan Battery Energy Storage System atau BESS.
PLTS Gilimanuk direncanakan berdiri di lahan sekitar 321 hektare dengan nilai investasi atau CAPEX Rp6,057 triliun. Kapasitas pembangkit surya yang disiapkan mencapai 300 MWp, sementara sistem baterai pendukungnya memiliki kapasitas 1.000 MWh. Dari sisi produksi, fasilitas tersebut diperkirakan mampu menghasilkan energi 470 GWh per tahun.
Dengan kapasitas itu, operasional PLTS Gilimanuk diproyeksikan dapat menghemat penggunaan bahan bakar fosil hingga 151 ribu kiloliter BBM setiap tahun. Listrik dari pembangkit tersebut akan disalurkan langsung ke sistem interkoneksi SUTT 150 kV Negara-Gilimanuk. Proyek ini memakai skema pengadaan Independent Power Producer atau IPP, dengan target operasi komersial pada 2028.
Pengembangan proyek mencakup skema Energy Payment untuk unit PLTS dan Capacity Payment untuk unit BESS. Pemerintah juga menempatkan pembangunan di Gilimanuk sebagai bagian penting dari pemenuhan target energi surya tingkat Provinsi Bali. Secara keseluruhan, Bali ditargetkan memiliki PLTS berkapasitas 1.000 MWp yang ditopang BESS 3.300 MWh.
Dalam skala provinsi, program transisi energi tersebut diproyeksikan dapat menekan alokasi energi fosil dengan potensi eliminasi hingga 0,5 juta kiloliter BBM per tahun di Bali. Peluncuran PLTS Gilimanuk juga menjadi pembuka bagi pelaksanaan program nasional PLTS 100 GWp.
Tag: Prabowo Subianto, PLTS Gilimanuk, transisi energi, Bali, PLN