Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Lewat Panggung Jazz Oslo, Indonesia dan Norwegia Pertegas Kemitraan Strategis

2026-08-26 06:10 WIB · aindari · 👁 753 dibaca

Malam Budaya Indonesia di Oslo menjadi ruang diplomasi budaya sekaligus penegasan komitmen bilateral kedua negara di tengah ketidakpastian global.

Sebuah panggung jazz di Oslo berubah menjadi arena diplomasi budaya ketika Kedutaan Besar Republik Indonesia di Norwegia menggelar Indonesian Cultural Night pada Senin (24/8). Acara bertajuk 'Strings of Equator – A Musical Journey to Indonesia' itu berlangsung di Victoria National Jazz Scene dan dihadiri sekitar 200 tamu dari kalangan korps diplomatik, pejabat pemerintah Norwegia, pelaku usaha, serta diaspora Indonesia.

Duta Besar RI untuk Norwegia dan Islandia, Teuku Faizasyah, membuka malam tersebut dengan menarik benang merah antara musik dan diplomasi. Keduanya, menurut Faizasyah, sama-sama bertumpu pada kemampuan mendengarkan, memahami perbedaan, dan menemukan titik harmoni. Ia menilai semangat itu kian relevan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global yang mendorong pentingnya dialog konstruktif antarnegara.

Dalam konteks hubungan bilateral, Faizasyah menegaskan bahwa Indonesia dan Norwegia telah membangun fondasi kemitraan yang kokoh atas dasar keterbukaan dan saling menghormati. Sebagai dua negara demokrasi, keduanya berbagi komitmen terhadap hak asasi manusia serta pandangan serupa soal pentingnya kerja sama multilateral dan penghormatan terhadap hukum internasional. Memasuki usia ke-81 kemerdekaan Indonesia, Faizasyah menyatakan bahwa Indonesia akan terus memperdalam kerja sama dengan Norwegia di berbagai forum, termasuk hubungan antarmasyarakat.

Hadir sebagai tamu kehormatan, State Secretary Kementerian Iklim dan Lingkungan Norwegia, Kristofer André Hansen, mengingatkan bahwa hubungan diplomatik kedua negara telah terjalin sejak 1950 dan kini mencakup bidang-bidang strategis seperti iklim dan kehutanan, kelautan, energi, perdagangan, investasi, hingga perdamaian dan hak asasi manusia. Hansen secara khusus mengapresiasi langkah Indonesia dalam menekan laju deforestasi dan melindungi kawasan hutan tropis.

Mengambil inspirasi dari panggung jazz tempat acara digelar, Hansen menggambarkan semangat kemitraan kedua negara melalui metafora harmoni musik — bahwa keselarasan bukan lahir dari suara-suara yang seragam, melainkan dari suara-suara yang berbeda namun saling mendengarkan dan merespons dengan kepercayaan.

Secara hiburan, malam itu dimeriahkan oleh penampilan Tantowi Yahya dan Thomshell Band yang membawa ragam musik Nusantara ke panggung Oslo. Para tamu tidak sekadar menyaksikan, tetapi juga diajak ikut bernyanyi dan menari, menjadikan acara ini lebih dari sekadar resepsi formal.

Indonesian Cultural Night merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diselenggarakan KBRI Oslo, sekaligus menjadi salah satu wujud nyata diplomasi budaya Indonesia di kawasan Eropa Utara.

Tag: Indonesia, Norwegia, diplomasi budaya, hubungan bilateral, Oslo