Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

AS Umumkan 'Hari-H' Ekonomi Terhadap Iran, Bessent Sebut Konflik Memasuki Fase Akhir

2026-08-24 11:32 WIB · aindari

Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Washington kini melancarkan serangan finansial terbesar dalam sejarah terhadap Iran sebagai kelanjutan konflik yang belum tuntas.

Washington mengumumkan eskalasi baru dalam konfliknya dengan Iran, kali ini melalui jalur ekonomi. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut negaranya telah memasuki tahap akhir konflik tersebut, ditandai dengan peluncuran operasi ekonomi berskala besar yang ia gambarkan sebagai serangan finansial terbesar yang pernah dilancarkan terhadap musuh mana pun.

Dalam sebuah artikel opini di Financial Times, Bessent menyatakan bahwa kekuatan militer AS bersama Presiden Donald Trump telah berhasil melumpuhkan kemampuan militer Iran secara signifikan dan melemahkan program nuklirnya. Ia menyebut langkah ekonomi yang akan segera diumumkan itu sebagai 'Hari-H', sebuah istilah yang ia gunakan untuk menggambarkan dimulainya tekanan finansial penuh terhadap Teheran. Rincian langkah-langkah tersebut dijadwalkan dipaparkan Bessent dalam konferensi pers pada Senin.

Presiden Trump sendiri telah mengumumkan operasi ekonomi ini pada Kamis, 20 Agustus, dan menyebutnya sebagai isolasi pada skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Trump turut menyerukan negara-negara sekutu untuk bergabung dalam tekanan kolektif terhadap Iran. Meski demikian, Trump menegaskan bahwa beralihnya Washington ke strategi perang ekonomi tidak berarti opsi militer sepenuhnya dikesampingkan.

Konflik antara AS dan Iran bermula pada 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran. Iran kemudian membalas dengan menyerang pihak lawan. Pada Maret, serangan berlanjut ke ladang gas South Pars dan kawasan industri Assaluyeh di Iran selatan. Pertengahan Juni, kedua pihak sempat menandatangani nota kesepahaman mengenai penghentian permusuhan, namun gencatan itu tidak bertahan lama dan serangan kembali terjadi dari kedua sisi.

Hingga kini, konflik tersebut belum menemukan penyelesaian. Kedua pihak tidak sedang terlibat dalam pertempuran langsung, namun AS memilih mengandalkan tekanan ekonomi sebagai instrumen utama. Langkah ini mencerminkan pergeseran strategi Washington dari konfrontasi militer terbuka menuju perang finansial yang dirancang untuk menggerus ketahanan ekonomi Iran secara sistematis.

Perkembangan ini berpotensi mempengaruhi sentimen pasar global, terutama terkait harga energi dan stabilitas kawasan Timur Tengah, mengingat Iran merupakan salah satu produsen minyak signifikan di dunia. Respons sekutu AS terhadap seruan bergabung dalam tekanan ekonomi ini juga akan menjadi faktor penentu seberapa efektif isolasi yang dimaksud dapat diterapkan.

Tag: Iran, Amerika Serikat, Scott Bessent, sanksi ekonomi, konflik Timur Tengah