Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

PBB Catat Korban Sipil Berjatuhan di Gaza dan Tepi Barat Sepanjang Akhir Pekan

2026-08-25 13:01 WIB · aindari · 👁 719 dibaca

Serangan udara di Gaza merusak tiga gudang PBB, sementara bentrokan di Tepi Barat dan Yerusalem Timur menewaskan warga sipil termasuk seorang anak.

Lembaga-lembaga kemanusiaan PBB pada Senin (24/8) merilis laporan yang menggambarkan eskalasi kekerasan di Gaza dan Tepi Barat selama akhir pekan, dengan korban jiwa dari kalangan warga sipil yang terus bertambah. Laporan itu bersumber dari mitra-mitra kemanusiaan yang beroperasi di lapangan.

Di Gaza, serangan udara yang menarget sebuah lokasi di kawasan Deir al-Balah berdampak pada tiga gudang milik PBB yang berada di sekitarnya. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyebut ketiga gudang mengalami kerusakan, dengan satu di antaranya dalam kondisi cukup parah. OCHA menegaskan bahwa warga sipil maupun fasilitas kemanusiaan wajib mendapat perlindungan dalam situasi apa pun.

Sementara itu, di Tepi Barat, seorang anak dilaporkan tewas akibat tembakan pasukan Israel di Kamp Askar, Kegubernuran Nablus. Menurut keterangan mitra kemanusiaan dan sumber medis setempat, insiden itu berlangsung saat sekelompok warga Palestina melempar batu, dan pasukan Israel merespons dengan peluru tajam serta gas air mata.

Kejadian serupa terjadi di kawasan Silwan, Yerusalem Timur, pada Minggu (23/8). Tiga warga Palestina tewas dan sejumlah lainnya terluka dalam sebuah perselisihan keluarga. Dua dari tiga korban meninggal dilaporkan akibat tembakan pasukan Israel yang masuk ke kawasan itu untuk melakukan intervensi. OCHA mengingatkan bahwa dalam konteks penegakan hukum, penggunaan kekuatan mematikan seharusnya menjadi opsi paling akhir.

Di wilayah lain, beredarnya video yang memperlihatkan serangan penusukan terhadap seorang pria Israel di kawasan Jericho pada hari yang sama memicu respons pasukan Israel terhadap desa Palestina Al Auja yang berdekatan. Seorang anak ditangkap dalam operasi tersebut atas dugaan keterlibatan dalam insiden penusukan itu.

OCHA mencatat bahwa selama operasi di Al Auja, pasukan Israel memberlakukan pembatasan pergerakan, memaksa toko-toko tutup, dan memasuki sejumlah rumah warga. Akibatnya, sejumlah pintu, perabotan, dan peralatan rumah tangga dilaporkan mengalami kerusakan.

Rangkaian insiden ini memperpanjang daftar pelanggaran terhadap warga sipil yang terus dicatat oleh badan-badan kemanusiaan PBB di tengah konflik yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda di wilayah Palestina.

Tag: Gaza, Tepi Barat, PBB, konflik Palestina-Israel, korban sipil