Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Tarif 50% AS Picu Krisis Diplomatik dengan Kanada, Carney Tangguhkan Negosiasi Dagang

2026-08-23 08:01 WIB · aindari · 👁 731 dibaca

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menyebut negaranya sedang 'diserang' setelah AS resmi memberlakukan tarif 50% terhadap produk Kanada, memicu penangguhan perundingan dagang antara kedua negara.

Hubungan antara Amerika Serikat dan Kanada memasuki fase paling tegang dalam beberapa dekade terakhir setelah pemerintahan Trump secara resmi memberlakukan tarif sebesar 50% terhadap barang-barang asal Kanada. Kebijakan ini langsung memantik reaksi keras dari Ottawa dan menambah panjang daftar gesekan dagang AS dengan negara-negara sekutunya di NATO.

Perdana Menteri Kanada Mark Carney menggunakan diksi yang keras untuk menggambarkan situasi ini. Ia menyatakan bahwa Kanada tengah menghadapi serangan — sebuah pernyataan yang mencerminkan betapa seriusnya Ottawa memandang langkah Washington tersebut. Carney juga menegaskan bahwa kebijakan tarif itu tidak adil dan tidak dapat diterima begitu saja oleh pihak Kanada.

Sebagai respons langsung, Carney mengumumkan penangguhan negosiasi dagang dengan Amerika Serikat. Langkah ini menandai perubahan sikap signifikan dari Kanada, yang sebelumnya masih berupaya mempertahankan jalur diplomasi ekonomi dengan mitranya di selatan. Penangguhan ini menempatkan hubungan dagang kedua negara dalam ketidakpastian yang belum pernah terjadi sebelumnya di era modern.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan harapannya agar kedua negara pada akhirnya dapat mencapai kesepakatan dagang. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa Washington belum sepenuhnya menutup pintu dialog, meski kebijakan tarif yang diberlakukan justru mendorong Ottawa ke arah sebaliknya. Kontradiksi antara retorika Trump dan kebijakan tarifnya menciptakan sinyal yang membingungkan bagi pasar dan mitra dagang.

Ketegangan ini bukan hanya soal hubungan bilateral. Kanada adalah anggota NATO dan salah satu mitra dagang terbesar AS, sehingga eskalasi ini berpotensi mengguncang stabilitas aliansi Barat secara lebih luas. Konflik dagang dengan sesama anggota NATO memunculkan pertanyaan tentang soliditas hubungan transatlantik di tengah berbagai tekanan geopolitik global yang sedang berlangsung.

Dari sisi ekonomi, pemberlakuan tarif 50% berisiko menaikkan harga barang bagi konsumen Amerika yang selama ini bergantung pada produk impor Kanada, sekaligus memukul sektor ekspor Kanada yang sangat terintegrasi dengan pasar AS. Sentimen negatif dari eskalasi ini berpotensi memengaruhi kepercayaan investor di kedua negara dan memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi kawasan Amerika Utara.

Tag: Kanada, Amerika Serikat, Perang Dagang, Tarif Impor, NATO