Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Internasional

Militer Iran Ancam Perluas Konflik ke Infrastruktur Energi dan Jalur Komunikasi Regional

2026-08-26 17:01 WIB · aindari · 👁 723 dibaca

Juru bicara militer Iran memperingatkan bahwa perang baru dengan AS berpotensi merambah kawasan lebih luas, termasuk infrastruktur energi dan kabel komunikasi bawah laut.

Teheran mengeluarkan peringatan keras soal potensi eskalasi konflik dengan Amerika Serikat. Brigjen Mohammad Akraminia, juru bicara militer Iran, menyatakan bahwa jika perang baru meletus, dampaknya tidak akan terbatas pada wilayah tertentu, melainkan dapat menjalar ke seluruh kawasan dan menyasar infrastruktur vital seperti jaringan energi serta jalur komunikasi, termasuk yang membentang di dasar laut sekitar perairan Iran, Semenanjung Arab, dan Teluk Oman.

Pernyataan itu disampaikan Akraminia kepada Kantor Berita Mehr pada Rabu dan dikutip oleh Anadolu. Ia menegaskan bahwa setiap kesalahan perhitungan dari pihak lawan Iran akan memicu respons langsung dan berpotensi memperluas cakupan geografis konflik. Ia secara khusus menyebut Selat Bab al-Mandab dan pangkalan militer AS di Suriah sebagai contoh wilayah yang sebelumnya berada di luar medan pertempuran namun kini telah terseret ke dalamnya.

Akraminia juga menegaskan bahwa kepentingan musuh di mana pun dapat menjadi sasaran sah angkatan bersenjata Iran apabila terjadi agresi. Pernyataan ini memperluas definisi target potensial Iran melampaui batas-batas geografis konflik yang selama ini berlangsung.

Di sisi lain, Akraminia mendesak Qatar untuk lebih aktif mencari tahu nasib tiga pilot Iran yang belum ditemukan sejak serangan udara Iran ke pangkalan AS di Qatar pada 2 Maret lalu. Dalam insiden itu, dua pesawat Sukhoi Iran menyerang pangkalan tersebut sebelum akhirnya ditembak jatuh. Dari empat pilot yang terlibat, jenazah satu orang bernama Majid Kazemi berhasil ditemukan, sementara tiga lainnya masih belum diketahui keberadaannya. Qatar membantah menahan para pilot tersebut dan menyatakan tim penyelamatnya tidak menemukan bukti adanya penangkapan.

Konflik Iran-AS sendiri bermula pada 28 Februari setelah serangan gabungan militer AS dan Israel terhadap Iran. Iran kemudian membalas dengan menyerang posisi militer AS, yang membuat konflik meluas ke beberapa lini regional sekaligus mengganggu lalu lintas maritim di kawasan. Kedua negara akhirnya menandatangani nota kesepahaman pada 18 Juni dengan mediasi Qatar dan Pakistan sebagai langkah untuk menghentikan pertempuran dan membuka ruang perundingan.

Namun ketegangan belum sepenuhnya mereda. Iran menuduh AS tidak melaksanakan isi kesepakatan secara penuh, sementara Qatar dan Pakistan terus menjalankan peran diplomatik di antara kedua pihak. Pernyataan militer Iran terbaru ini menambah tekanan pada proses diplomasi yang masih berjalan, sekaligus memunculkan kekhawatiran baru soal stabilitas kawasan dan keamanan jalur energi serta komunikasi yang menjadi urat nadi perekonomian global.

Tag: Iran, Amerika Serikat, konflik kawasan, infrastruktur energi, diplomasi Timur Tengah