Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pertanian

Undip Sulap Lahan Tidur Jadi Sawah Bertenaga Surya di Penggaron

2026-08-26 17:09 WIB · aindari · 👁 338 dibaca

Universitas Diponegoro mengubah lahan persawahan yang terbengkalai selama bertahun-tahun menjadi sawah modern bertenaga panel surya di kawasan KHDTK Penggaron, Semarang.

Lahan persawahan yang sempat ditinggalkan selama lima hingga enam tahun di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Universitas Diponegoro (Undip), Penggaron, Semarang, kini kembali produktif. Undip mengembangkan model pertanian modern di atas lahan tersebut dengan mengedepankan teknologi tepat guna sekaligus menekan ketergantungan pada bahan bakar minyak.

Kepala KHDTK Undip, Prof. Dr. Ir. Sri Puryono, menyampaikan bahwa pengolahan lahan telah mencakup sekitar dua hektare yang sudah mulai ditanami padi. Sistem irigasi kawasan ini tidak mengandalkan pompa berbahan bakar konvensional, melainkan memanfaatkan enam panel surya berkapasitas sekitar 60 meter kubik per jam, beroperasi antara pukul 09.00 hingga 16.00 WIB. Untuk memastikan pasokan air tetap tersedia di luar jam operasional panel surya, pihak Undip juga membangun pompa hidrolik yang mampu bekerja selama 24 jam penuh.

Kualitas sumber daya alam di lokasi turut mendukung kelayakan pengembangan ini. Air yang dialirkan dari sungai setempat telah diuji dan dinyatakan bebas kontaminasi logam berat, sementara tingkat keasaman tanah berada di kisaran pH 7 hingga 8, yang dinilai sesuai untuk budidaya padi.

Pada tahap awal, dua varietas dipilih untuk ditanam, yakni Inpari (Inbrida Padi Irigasi) dan Inpago, varietas unggul yang dirancang untuk lahan kering. Ke depan, Undip berencana mengembangkan varietas hasil persilangan antara padi Rojolele dengan varietas asal Jepang. Uji coba juga akan diperluas ke padi merah yang kaya nutrisi dan serat, yang dinilai potensial bagi penderita diabetes.

Sri Puryono berharap kawasan ini dapat berfungsi sebagai laboratorium lapangan untuk menguji penerapan teknologi pertanian berkelanjutan, sekaligus mendorong produktivitas lahan yang sebelumnya tidak termanfaatkan. Ia menyebut target akhirnya adalah menjadikan kawasan ini model pertanian yang produktif, efisien, dan ramah lingkungan.

Wakil Rektor II Undip bidang Perencanaan, Keuangan, Aset, Bisnis dan Kerumahtanggaan, Dr. Warsito Kawedar, menegaskan bahwa orientasi pengembangan tidak berhenti pada produksi pangan semata. Kawasan KHDTK Penggaron diarahkan untuk tumbuh menjadi pusat pembelajaran dan penelitian pertanian, sekaligus dikembangkan secara terpadu dengan potensi wisata alam melalui konsep edu-ekowisata hutan.

Tag: pertanian modern, Undip, panel surya, KHDTK Penggaron, inovasi pertanian