Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Pendidikan

Pemerintah Luncurkan SMK Go Global, Siapkan 500 Ribu Calon Pekerja Migran Bersertifikasi Internasional

2026-08-26 17:15 WIB · aindari · 👁 413 dibaca

Program SMK Go Global dirancang untuk membekali calon pekerja migran Indonesia dengan kompetensi teknis, sertifikasi, dan kemampuan bahasa sesuai standar pasar kerja global.

Pemerintah resmi memulai program SMK Go Global sebagai upaya strategis menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten dan bersertifikat untuk pasar internasional. Peresmian program berlangsung di Balai Diklat Industri (BDI) Jakarta Timur pada Rabu, 26 Agustus, dan dihadiri langsung oleh Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) Mukhtarudin.

Meski namanya mengandung kata "SMK", program ini tidak eksklusif bagi lulusan sekolah menengah kejuruan. Lulusan SMA hingga jenjang sarjana dan pascasarjana pun dapat mendaftar sebagai peserta pelatihan. Program ini berfokus pada peningkatan keterampilan atau up-skilling agar para calon pekerja migran benar-benar siap terjun ke dunia kerja luar negeri.

SMK Go Global merupakan bagian dari arahan Presiden dengan target menyiapkan 500 ribu tenaga kerja — terdiri dari 300 ribu calon pekerja migran berlatar belakang SMK dan 200 ribu dari jalur umum. Mereka diproyeksikan mengisi berbagai sektor yang tengah membutuhkan tenaga kerja di pasar global, mulai dari caregiver, welder, hospitality, perawat (nurse), pengemudi truk, manufaktur, transportasi, pertanian, konstruksi, hingga sektor kelautan.

Negara-negara tujuan yang masuk dalam peta program ini mencakup Jepang, Korea Selatan, Jerman, Australia, Malaysia, Singapura, kawasan Eropa, Turki, Taiwan, dan sejumlah negara lainnya. Penempatan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar kerja di masing-masing negara serta dinamika geopolitik global yang terus berkembang.

Desain program ini diklaim berbasis data, bukan asumsi. Pemetaan dilakukan secara menyeluruh mencakup sektor, jabatan, negara tujuan, kualifikasi, hingga kebutuhan kompetensi riil di lapangan. Dari sana, pelatihan dirancang secara terpadu yang mencakup penguatan kompetensi teknis, proses sertifikasi, serta pelatihan bahasa yang disesuaikan dengan standar negara tujuan masing-masing peserta.

Mukhtarudin menegaskan bahwa standar pasar kerja global terus meningkat, sehingga kurikulum pelatihan harus mengikuti kebutuhan industri yang sesungguhnya. Menurutnya, penyiapan tenaga kerja tidak boleh hanya berdasarkan perkiraan, melainkan harus mengacu pada data kebutuhan pasar yang aktual.

Dengan pendekatan komprehensif ini, pemerintah berharap para peserta SMK Go Global kelak mampu bersaing secara setara di pasar kerja internasional dan mendapatkan pekerjaan yang layak, bukan sekadar berangkat ke luar negeri tanpa bekal yang memadai.

Tag: SMK Go Global, pekerja migran, KP2MI, tenaga kerja, sertifikasi internasional