Suntikan Sel Jantung Buatan Lab Bantu 90 Persen Pasien Gagal Jantung Pulih, Ini Hasilnya
2026-08-27 06:08 WIB · aindari · 👁 963 dibaca

Uji klinis di China membuktikan terapi kardiomiosit hasil kultur laboratorium mampu meregenerasi otot jantung yang mati dan melampaui hasil operasi bypass konvensional.
Sebuah terobosan dalam pengobatan gagal jantung datang dari China. Tim peneliti yang dipimpin Profesor Wang Dongjin di Rumah Sakit Drum Tower Nanjing, Provinsi Jiangsu, berhasil mengembangkan terapi sel yang mampu meregenerasi jaringan otot jantung yang telah mati — sesuatu yang selama ini tidak bisa dilakukan oleh operasi bypass sekalipun. Hasil uji klinis jangka panjang mereka dipublikasikan di jurnal Nature Medicine pada 19 Agustus.
Terapi ini bekerja dengan menyuntikkan kardiomiosit — sel otot jantung — yang dikembangbiakkan di laboratorium langsung ke jaringan jantung yang mengalami nekrosis. Berbeda dari bypass yang hanya membuka kembali pembuluh darah tersumbat, pendekatan ini bertujuan menggantikan otot yang sudah tidak berfungsi sekaligus memicu regenerasi miokardium. Wang menggambarkan prinsipnya sederhana: mengganti apa yang hilang dengan apa yang dibutuhkan.
Data tindak lanjut selama 12 bulan menunjukkan perbedaan hasil yang mencolok antara dua kelompok pasien. Sebanyak 90 persen pasien yang menerima terapi sel pulih ke kelas fungsional II berdasarkan klasifikasi New York Heart Association (NYHA), dibandingkan 60 persen pada kelompok yang hanya menjalani operasi bypass. Pasien dalam kelompok terapi sel juga melaporkan berkurangnya sesak napas dan rasa berat di dada saat beraktivitas sehari-hari.
Pengukuran objektif memperkuat temuan tersebut. Dalam tes berjalan enam menit, kelompok terapi sel mencatat peningkatan jarak rata-rata 168,8 meter — hampir dua kali lipat dibanding kelompok kontrol. Volume sekuncup jantung, indikator kemampuan pompa jantung, meningkat pada kelompok terapi sel namun justru menurun pada kelompok bypass. Wang menegaskan bahwa untuk pertama kalinya keamanan terapi ini telah terbukti: tidak ada pasien yang mengembangkan tumor atau mengalami aritmia ganas berulang selama periode pemantauan. Lebih jauh, sel-sel yang ditransplantasikan terbukti berdetak selaras dengan irama jantung pasien itu sendiri.
Salah satu keunggulan praktis terapi ini terletak pada produknya, HiCM-188, yang dirancang sebagai terapi siap pakai. Sel diproduksi dan disimpan dalam kelompok terstandardisasi sehingga tidak perlu dikustomisasi per pasien — memangkas waktu tunggu secara drastis. Ini menjadi nilai strategis tersendiri mengingat transplantasi jantung konvensional sulit diakses mayoritas pasien gagal jantung stadium akhir akibat kelangkaan donor yang kronis.
Para pakar industri menilai, meski ukuran sampel uji klinis ini masih terbatas, desain uji acak terkontrol yang ketat memberikan bukti konsep yang solid. Dengan rencana uji klinis berskala lebih besar ke depan, terapi ini berpotensi mengubah cara penanganan gagal jantung berat dan membuka akses pengobatan bagi lebih banyak pasien di seluruh dunia.
Tag: gagal jantung, terapi sel, kardiomiosit, kedokteran regeneratif, China