Bengkayang Siapkan Sumur Bor di Lahan Gambut Rawan Karhutla, 100 Titik Direncanakan
2026-08-27 17:08 WIB · aindari · 👁 614 dibaca

Polres Bengkayang dan Tim Mabes TNI menentukan titik pembangunan sumur bor di Dusun Melapis sebagai respons atas keterbatasan sumber air saat pemadaman kebakaran.
Keterbatasan air saat memadamkan kebakaran hutan dan lahan mendorong Kepolisian Resor Bengkayang bersama Tim Markas Besar TNI turun langsung ke lapangan untuk menentukan titik pembangunan sumur bor. Lokasi yang dipilih berada di Dusun Melapis, Desa Sungai Duri, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat — kawasan yang dikenal sebagai hamparan gambut terluas di Bengkayang sekaligus salah satu yang paling rentan terhadap karhutla.
Kapolres Bengkayang AKBP Syahirul Awab memimpin peninjauan lokasi pada Kamis lalu bersama tim dari Mabes TNI. Titik yang dicek berada di sekitar Pondok Pesantren Al-Ikhwan, yang sebelumnya pernah terdampak kebakaran. Menurut Syahirul, ketersediaan sumber air adalah faktor krusial dalam mempercepat penanganan kebakaran, terutama di wilayah dengan potensi karhutla tinggi.
Ide pembangunan sumur bor ini muncul dari hasil dialog langsung dengan warga setempat. Dalam sosialisasi yang digelar sebelumnya, masyarakat mengungkapkan bahwa sulitnya mendapatkan air menjadi hambatan nyata saat api harus dipadamkan. Sumur bor yang direncanakan pun dirancang berfungsi ganda: memenuhi kebutuhan air sehari-hari bagi pesantren dan warga sekitar, sekaligus menjadi cadangan air pemadaman bila kebakaran kembali terjadi.
Polres Bengkayang tidak berhenti pada sumur bor saja. Pihaknya juga mendorong pengadaan hidran dan mesin pompa air di wilayah-wilayah dengan risiko kebakaran tinggi. Langkah ini mencerminkan pergeseran pendekatan dari sekadar merespons kebakaran yang sudah terjadi menuju penguatan infrastruktur pencegahan sejak dini.
Skala rencana ini cukup besar. Dalam sosialisasi penanganan karhutla bersama Tim Mabes TNI di Kecamatan Sungai Raya, Polres Bengkayang telah memetakan 29 titik yang membutuhkan sumur bor dan melaporkan usulan tersebut ke Polda Kalimantan Barat. Di sisi TNI, Dandim 1209/Bengkayang Letkol Inf. Aprianda menyebut rencana yang lebih ambisius: sekitar 100 titik sumur bor akan dibangun di lokasi yang mudah diakses dan rawan kebakaran.
Aprianda menekankan bahwa infrastruktur air saja tidak cukup. Pembangunan sumber air harus berjalan beriringan dengan intensifikasi patroli dan peningkatan kesadaran masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Pencegahan sejak awal, tegasnya, adalah kunci agar kebakaran tidak meluas dan menimbulkan kerugian lebih besar bagi masyarakat.
Tag: karhutla, Bengkayang, sumur bor, lahan gambut, Kalimantan Barat