Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

Kampung Adat Sade Lombok Tengah Ludes Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

2026-08-23 06:09 WIB · aindari · 👁 768 dibaca

Seluruh rumah adat di kawasan wisata Sade, Desa Rambitan, Lombok Tengah, hangus terbakar Sabtu malam tanpa menyisakan korban jiwa.

Kawasan kampung adat Sade yang menjadi destinasi wisata unggulan di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, dilalap api pada Sabtu malam, 22 Agustus. Kebakaran dilaporkan melumat seluruh bangunan di kawasan tersebut hingga tidak ada yang tersisa, meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Api mulai berkobar sekitar pukul 22.00 WITA. Kepala Desa Rambitan, Lalu Winakse, langsung menuju lokasi begitu menerima kabar kebakaran dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk penanganan darurat sekaligus evakuasi warga yang menghuni rumah-rumah adat tersebut. Hingga berita diturunkan, penyebab pasti kebakaran belum dapat dipastikan secara resmi oleh pihak berwenang.

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Lombok Tengah segera mengerahkan petugas beserta armada mobil pemadam ke lokasi. Kepala dinas, Supardan, membenarkan bahwa tim telah diturunkan untuk memadamkan api. Di sisi lain, informasi yang beredar dari warga setempat menyebut korsleting kabel listrik sebagai pemicu kebakaran, meski keterangan itu belum dikonfirmasi secara resmi.

Dampak kebakaran turut mengganggu arus lalu lintas di jalan raya Sengkol-Mandalika yang melintas di dekat lokasi. Sejumlah pengguna jalan tidak dapat melewati kawasan tersebut selama proses pemadaman berlangsung. Seorang warganet yang melakukan siaran langsung di media sosial melaporkan bahwa seluruh rumah adat ikut terbakar dan tidak ada yang tersisa.

Kampung Sade merupakan salah satu situs budaya penting di Lombok yang dihuni oleh Suku Sasak. Bangunan-bangunan di sana mencerminkan kearifan lokal yang telah diwariskan turun-temurun. Rumah adat Sasak umumnya menggunakan atap jerami dan dinding anyaman bambu yang dikenal sebagai bedek, sementara lantainya terbuat dari campuran tanah liat, kotoran kerbau, dan abu jerami — kombinasi yang menghasilkan permukaan sekeras semen. Material bangunan seperti kayu dan bambu diperoleh dari lingkungan sekitar, dan sambungan kayu pun menggunakan paku dari bambu, bukan logam.

Kekhasan lain rumah Sasak adalah pintu tunggal berukuran sempit dan rendah tanpa jendela, sebuah desain yang memiliki makna fungsional dan simbolis dalam tradisi masyarakat setempat. Kawasan Sade selama ini menjadi tujuan wisata budaya yang ramai dikunjungi, sehingga musnahnya bangunan-bangunan bersejarah ini menjadi kehilangan besar bagi warisan budaya Lombok.

Tag: Lombok Tengah, Kampung Adat Sade, Kebakaran, Suku Sasak, NTB