Api Karhutla Capai Dinding Rumah di Banjarbaru, Warga Rentan Pilih Mengungsi
2026-08-23 06:05 WIB · aindari · 👁 898 dibaca

Kebakaran lahan gambut di Kelurahan Syamsudin Noor, Banjarbaru, memaksa kelompok rentan mengungsi mandiri setelah kobaran api mendekati permukiman Kompleks Aeropolis 1.
Kebakaran hutan dan lahan yang berlangsung selama sekitar dua hari di Kelurahan Syamsudin Noor, Kecamatan Landasan Ulin, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, semakin mengkhawatirkan pada Sabtu (22/8). Asap tebal menyelimuti kawasan Kompleks Aeropolis 1 dan kobaran api dilaporkan telah mencapai dinding rumah warga di blok belakang perumahan tersebut.
Saleh, salah satu warga setempat, menyebut kondisi pada hari itu jauh lebih buruk dibanding hari-hari sebelumnya. Ia memilih bertahan sendirian di rumah untuk memantau situasi dan menjaga harta benda, sementara anggota keluarganya telah lebih dulu pergi mengungsi ke kampung. Warga lain yang tergolong rentan — termasuk bayi, ibu hamil, dan lansia — juga sudah meninggalkan rumah masing-masing secara mandiri karena paparan asap dan ancaman api yang kian dekat.
Bhabinkamtibmas Kelurahan Syamsudin Noor, Aiptu Helmi Apriana, menjelaskan bahwa titik api sebenarnya sudah muncul beberapa hari sebelumnya, namun situasi memburuk drastis akibat kombinasi angin kencang dan cuaca panas. Faktor lain yang mempersulit penanganan adalah karakteristik lahan di kawasan itu yang didominasi gambut. Api gambut menyimpan bara jauh di bawah permukaan tanah sehingga sulit dijangkau dan berpotensi muncul kembali setiap kali suhu naik dan angin bertiup kencang.
Helmi mengonfirmasi bahwa api sempat mencapai bagian ujung bangunan dan berada di sekitar dinding rumah warga di blok belakang perumahan. Meski demikian, tim pemadam yang berjaga di lokasi berhasil menangani titik kritis tersebut. Pemadaman dilakukan melalui jalur darat dengan menyesuaikan kondisi cuaca yang terus berubah.
Penanganan karhutla di lokasi ini melibatkan BPBD Provinsi Kalimantan Selatan, sejumlah barisan pemadam kebakaran, serta relawan dari Masyarakat Peduli Api (MPA) dan Masyarakat Peduli Bencana (MPB). Sejumlah perusahaan turut terlibat, yakni Adaro, Arutmin, dan Hutan Rindang Banua. Tim pemadam juga membagikan masker kepada warga yang masih berada di sekitar lokasi guna mengurangi dampak paparan asap.
Hingga saat laporan diturunkan, belum ada permintaan evakuasi resmi dari warga. Keputusan untuk meninggalkan rumah sepenuhnya diambil oleh masing-masing keluarga berdasarkan penilaian kondisi di lapangan. Aparat terus berkoordinasi dengan warga seiring titik kebakaran yang belum sepenuhnya padam dan masih berpotensi meluas.
Tag: karhutla, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, kebakaran gambut, pengungsian