Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Nasional

BNPT Gandeng Lintas Sektor Perkuat Ketahanan Santri dari Radikalisme

2026-08-27 17:09 WIB · aindari · 👁 389 dibaca

Program pemberdayaan ekonomi dan keterampilan di pesantren eks-afiliasi Jamaah Islamiyah di Jepara jadi bagian strategi pencegahan terorisme jangka panjang.

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menempatkan pemberdayaan santri sebagai salah satu pilar utama dalam upaya mencegah terorisme secara berkelanjutan. Kepala BNPT Eddy Hartono menyatakan bahwa santri perlu dibekali tidak hanya dengan pemahaman keagamaan dan kebangsaan, tetapi juga keterampilan praktis dan kemandirian ekonomi agar mampu berkontribusi positif di masyarakat sekaligus terhindar dari pengaruh intoleransi dan ekstremisme.

Program ini diwujudkan melalui kegiatan pemberdayaan selama tujuh hari sejak 10 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Al Muttaqin, Jepara, Jawa Tengah. Pesantren ini bukan dipilih secara acak — Al Muttaqin merupakan pesantren yang tercatat sebagai afiliasi terbesar kedua dari eks-Jamaah Islamiyah (JI), organisasi yang telah mendeklarasikan pembubaran diri pada Desember 2024. Kegiatan ini pun menjadi bagian dari langkah lanjutan pasca pembubaran tersebut.

Pelaksanaan program melibatkan banyak pihak dengan kontribusi yang beragam sesuai kapasitas masing-masing. Kementerian Pertanian menyumbangkan 3,2 ton bibit padi, dua unit pompa air, dan dua unit traktor tangan. Dari sektor swasta, PT Restu Agropro Jayamas memberikan 20 kilogram bibit jagung beserta alat tanam, PT Astra International menyerahkan empat perangkat alat servis AC, YBM PLN membangun unit tempat pemangkasan rambut, dan PT Panasonic Gobel memberikan dua unit pendingin ruangan.

Detasemen Khusus 88 Anti Teror Polri turut berpartisipasi dengan menyediakan kulkas showcase, dua laptop, dua proyektor, satu pendingin ruangan, serta bibit tanaman Kaliandra dan Indigofera. Polres Jepara menambahkan layanan kesehatan gratis dan dapur umum bagi santri. Adapun BNPT sendiri menyerahkan sistem penyaringan air Reverse Osmosis, mesin espresso lengkap dengan perlengkapan manual brew, serta dua perangkat alat pembuatan konten digital.

Bupati Jepara Witiarso Utomo menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap program ini, termasuk kesiapan menindaklanjutinya melalui penyediaan sarana prasarana dan peningkatan mutu pembelajaran di pesantren tersebut.

Eddy menegaskan bahwa pencegahan terorisme bukan tanggung jawab satu lembaga semata. Koordinasi lintas kementerian, pemerintah daerah, aparat keamanan, dunia usaha, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat akan terus diperkuat. Pola kolaborasi ini, menurutnya, merupakan bagian dari penguatan koordinasi nasional yang memastikan kebijakan pencegahan terorisme benar-benar menyentuh masyarakat secara konkret dan berkelanjutan.

Melalui program ini, BNPT berharap terbentuk ekosistem ekonomi di lingkungan pesantren sehingga para santri memiliki bekal nyata untuk masa depan — sekaligus menjadi benteng terhadap ajaran radikal dan terorisme. Target jangka panjangnya adalah pesantren yang tidak hanya kuat secara spiritual dan intelektual, tetapi juga mandiri secara ekonomi dan tahan terhadap infiltrasi ekstremisme.

Tag: BNPT, terorisme, pesantren, radikalisme, Jamaah Islamiyah