Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Daerah

Lewotobi Laki-laki Erupsi Enam Menit, Abu Vulkanik Setinggi Satu Kilometer

2026-08-28 09:00 WIB · aindari · 👁 547 dibaca

Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur meletus Jumat pagi dengan semburan abu mencapai 1.000 meter, zona larangan aktivitas tetap berlaku dalam radius lima kilometer.

Gunung Lewotobi Laki-laki yang berada di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik signifikan pada Jumat (28/8) pagi. Letusan terjadi sekitar pukul 07.35 WITA dan berlangsung selama lebih dari enam menit, memuntahkan kolom abu tebal hingga ketinggian sekitar satu kilometer di atas puncak gunung.

Kepala Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Lana Saria, menyampaikan bahwa erupsi tersebut tercatat pada alat seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 14,8 mm dan durasi tepat enam menit empat detik. Kolom abu yang terbentuk bergerak ke arah barat daya dan barat dengan intensitas yang digambarkan cukup tebal.

Status Gunung Lewotobi Laki-laki saat ini masih berada di Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, seluruh warga maupun wisatawan dilarang keras melakukan kegiatan apa pun di dalam radius lima kilometer dari titik pusat erupsi. Larangan ini berlaku demi keselamatan mengingat potensi bahaya yang masih tinggi di sekitar kawasan gunung.

Badan Geologi turut mengeluarkan sejumlah imbauan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar gunung. Warga dianjurkan mengenakan masker atau penutup hidung dan mulut untuk melindungi saluran pernapasan dari paparan abu vulkanik. Selain ancaman abu, potensi banjir lahar hujan juga menjadi perhatian serius, terutama pada aliran sungai yang berhulu di puncak Lewotobi Laki-laki apabila curah hujan tinggi.

Sejumlah wilayah yang diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko lahar hujan antara lain Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Daerah-daerah ini dinilai rentan terdampak aliran material vulkanik yang terbawa air hujan dari lereng gunung.

Pihak Badan Geologi juga meminta masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat diverifikasi kebenarannya. Warga diimbau mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah setempat serta Pos Pengamatan Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur. Lana menegaskan bahwa Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi akan terus berkoordinasi dengan BPBD Provinsi NTT dan satuan pelaksana penanggulangan bencana di tingkat lokal guna memastikan informasi perkembangan gunung tersebut tersampaikan secara akurat dan tepat waktu.

Tag: Lewotobi Laki-laki, erupsi, Flores Timur, abu vulkanik, Badan Geologi