KKP Latih Pengelola 65 Kampung Nelayan Merah Putih agar Koperasi Bisa Berkembang Mandiri
2026-08-28 17:08 WIB · aindari · 👁 600 dibaca

Pelatihan keuangan dan pengembangan usaha diberikan agar koperasi di kampung nelayan tidak sekadar mengelola fasilitas, tetapi mampu tumbuh produktif.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggelar pelatihan bagi pengurus koperasi yang mengelola 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di berbagai wilayah Indonesia. Langkah ini diambil agar program yang telah rampung secara fisik pada April 2026 itu tidak berhenti pada tahap pembangunan infrastruktur, melainkan berlanjut ke tahap operasional yang menghasilkan manfaat ekonomi nyata bagi masyarakat pesisir.
Plt. Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Erwin Dwiyana, menyatakan bahwa pengelolaan fasilitas KNMP harus disertai penguatan kapasitas pengurus koperasi, termasuk kemampuan menjalankan kegiatan usaha yang berpijak pada data. Menurutnya, kesiapan pengelola koperasi menjadi kunci agar fasilitas yang sudah tersedia dapat segera memberikan dampak ekonomi kepada warga sekitar.
Untuk itu, KKP menggandeng Asosiasi Profesi Pendamping Entrepreneur Indonesia (Asppendo) menyelenggarakan bimbingan teknis bagi pengurus Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sekaligus pengelola KNMP. Pelatihan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu pada 5–7 Agustus dan 13–14 Agustus 2026. Materi yang diberikan mencakup pencatatan keuangan, penyusunan rencana pengembangan usaha, serta persiapan kebutuhan pembiayaan berdasarkan potensi masing-masing wilayah.
Direktur Pemberdayaan Usaha KKP, Ali Rahmat Iman Santoso, menekankan bahwa pencatatan keuangan bukan sekadar urusan administrasi. Data keuangan yang tertib memungkinkan pengurus melihat kondisi usaha secara riil, menghitung kebutuhan modal, dan menentukan arah pengembangan berikutnya. Ia menegaskan bahwa target yang ingin dicapai bukan koperasi yang sekadar bisa membuat laporan, melainkan koperasi yang mampu membaca peluang dan mengembangkan usahanya secara aktif.
Ketua Dewan Pengarah Asppendo, Samsi, menambahkan bahwa pelatihan dirancang dengan pendekatan berbasis praktik agar pengurus dapat mengaitkan materi langsung dengan kondisi usaha koperasi mereka. Ia menekankan pentingnya pemahaman terhadap angka-angka dalam laporan keuangan, bukan sekadar mengisi format yang tersedia, sehingga pengurus benar-benar dapat menggunakannya sebagai dasar pengambilan keputusan.
Setiap KNMP dilengkapi dengan fasilitas cold storage, pabrik es, dermaga, tambatan perahu, shelter pendaratan ikan, cool box, fasilitas air bersih, mobil pendingin, penerangan, jalan lingkungan, serta perahu berkapasitas 5 gross tonnage beserta mesin dan alat tangkap. Dengan infrastruktur yang sudah siap, pelatihan ini menjadi jembatan agar seluruh aset tersebut dapat dioperasikan secara optimal oleh koperasi setempat.
Program KNMP sendiri ditargetkan meluas hingga mencakup 1.386 kampung nelayan pada akhir 2026. Sebelumnya, uji coba operasional 65 KNMP tahap pertama tercatat berhasil mengirimkan 273,6 ton ikan senilai Rp11,1 miliar, menunjukkan bahwa potensi ekonomi program ini cukup signifikan apabila dikelola dengan kapasitas yang memadai.
Tag: Kampung Nelayan Merah Putih, KKP, koperasi nelayan, perikanan, pemberdayaan pesisir