Berita MikroKabar terbaru Indonesia, tiap hari.
Nasional

Giuseppe Garibaldi Menuju Indonesia, TNI AL Siapkan Nama KRI Gajah Mada

2026-08-29 17:02 WIB · aindari · 👁 349 dibaca

Kapal induk hibah dari Italia dijadwalkan tiba pada pertengahan September 2026 sebelum dikukuhkan sebagai KRI Gajah Mada.

TNI Angkatan Laut bersiap menerima kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia yang diproyeksikan menjadi kapal induk pertama Indonesia. Kapal itu berangkat dari Italia pada 24 Agustus 2026 dan diperkirakan mencapai Indonesia pada pertengahan September. Kepala Staf TNI AL Laksamana TNI Muhammad Ali menyebut pelayaran tersebut berlangsung lebih dari 20 hari melalui Terusan Suez dan Laut Merah, dengan pendampingan sejumlah fregat Italia.

Setelah tiba, kapal yang masih memakai nama ITS Giuseppe Garibaldi dan berbendera Italia itu akan menjalani proses penyerahan melalui skema hibah antarpemerintah. TNI AL menyiapkan pergantian identitas kapal menjadi KRI Gajah Mada, meski penamaan resminya masih diproses bertahap. Upacara pengibaran Merah Putih sekaligus pengukuhan kapal direncanakan pada 25 September 2026.

Giuseppe Garibaldi dibangun di galangan Cantieri Navali, Monfalcone, Italia. Mengacu data resmi Angkatan Laut Italia, konstruksinya dimulai pada 20 Februari 1978 dan kapal diluncurkan pada 4 Juni 1983. Dimensinya mencakup panjang 180,2 meter, lebar 23,4 meter di garis air, dan lebar 30,4 meter pada dek penerbangan. Dek penerbangannya sendiri memiliki panjang 173,8 meter, dengan perpindahan sekitar 13.850 ton dan sarat air 6,7 meter.

Dari sisi tenaga gerak, kapal ini menggunakan konfigurasi COGAG atau Combined Gas and Gas. Sistem tersebut terdiri atas empat turbin gas FIAT/GE LM-2500 yang menggerakkan dua poros dengan baling-baling fixed pitch. Daya totalnya sekitar 60.400 kilowatt atau lebih dari 80.000 tenaga kuda. Kapal mampu melaju hingga sekitar 30 knot dan memiliki jangkauan sekitar 7.000 mil laut.

Kemampuan udara menjadi salah satu unsur utama kapal ini. Marina Militare mencatat Giuseppe Garibaldi dapat mengoperasikan helikopter EH101, SH90A, dan AB212, serta pesawat tempur taktis STOVL AV-8B Plus Harrier II. Komposisi wahana udara dapat berubah sesuai kebutuhan misi. Dalam konfigurasi tertentu, kapasitas air wing berada pada kisaran 18 sampai 20 pesawat. Selain membawa unsur udara, kapal ini juga dapat menjalankan peran komando dan pengendalian dalam operasi laut maupun operasi yang melibatkan kekuatan udara angkatan laut.

Untuk pertahanan diri, Giuseppe Garibaldi dibekali satu peluncur delapan sel rudal antipesawat Aspide dan tiga sistem senjata DARDO dengan meriam Breda 40/70. Kapal juga memiliki sistem pertahanan aktif dan pasif. Dalam pengoperasiannya, kapal mampu menampung sekitar 825 personel, sesuai spesifikasi resmi Angkatan Laut Italia.

TNI AL juga menyiapkan pangkalan kapal induk di Lampung. Infrastruktur pangkalan tersebut ditargetkan selesai dan beroperasi penuh pada akhir September 2026. Setelah menjadi KRI Gajah Mada, kapal ini direncanakan ikut tampil dalam sailing pass peringatan HUT ke-81 TNI pada Oktober 2026. Kapal tersebut juga disiapkan untuk digunakan sebagai kapal bagi tamu sangat penting atau VVIP dalam kegiatan tertentu.

Tag: TNI AL, KRI Gajah Mada, kapal induk, Giuseppe Garibaldi, pertahanan